Selasa 05 Mei 2020, 20:47 WIB

PBB Sebut Penularan Korona di Penjara Amerika Mengkhawatirkan

Antara | Internasional
PBB Sebut Penularan Korona di Penjara Amerika Mengkhawatirkan

Antara
Seorang petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh tahanan di sebuah penjara provinsi di Distrik Dushi, Baghlan, Afghanistan.

 

PENJARA penuh sesak dan tidak higienis di Amerika Latin, serta penyebaran virus korona di penjara di kawasan dan Amerika Serikat, kini menjadi sumber perhatian utama, kata Kantor Urusan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (OHCHR), Selasa (5/5).

Dalam sejumlah kasus, ketakutan akan penularan virus korona berujung pada pemberontakan dari dalam penjara, yang menewaskan banyak narapidana di Venezuela, Peru, dan Kolombia. OHCHR meminta agar insiden-insiden tersebut diselidiki.

"Di banyak negara Amerika Latin, benar-benar penuh sesak," kata juru bicara OHCHR, Rupert Colville, dalam jumpa pers di Jenewa. Ia merujuk kecenderungan itu sebagai keadaan yang sangat mengkhawatirkan.

Dia menambahkan, "Keadaan itu adalah masalah kronis di benua tersebut, dan pada sejumlah kasus bisa membuat orang kehilangan nyawa."

Di beberapa tempat, tingkat kelebihan kapasitasnya bisa mencapai 500 persen dan penahanan baru akibat pelanggaran aturan pembatasan sosial di masa pandemi, misalnya di Peru, akan memperparah kondisi itu, menurut seorang pejabat PBB.

PBB telah menyuarakan perhatian mereka terhadap lebih dari ratusan ribu orang yang ditahan, atau dikurung sementara, karena melanggar aturan karantina sosial.

Lebih lanjut mengenai situasi di AS, pejabat PBB tersebut mengatakan bahwa ribuan kasus infeksi di dalam penjara menjadi perhatian utama, khususnya di New York dan Chicago.

Namun, ada kemajuan dengan dibebaskannya beberapa narapidana yang melakukan kejahatan ringan. Di AS sendiri, umumnya sebuah penjara berkapasitas 2,3 juta orang. (OL-12)

 

Baca Juga

AFP/	TED ALJIBE

2021, Filipina Targetkan 60 Juta Warga Divaksinasi Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 24 November 2020, 14:50 WIB
Salah satu perusahaan yang berbasis di Inggris, AstraZeneca berkomitmen untuk dapat memasok hingga 20 juta vaksin ke...
AFP/John Cairns

UNICEF Gandeng 350 Mitra untuk Program Distribusi Vaksin Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 24 November 2020, 14:37 WIB
UNICEF akan mengoordinasikan pembelian dan pengiriman untuk 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah secepat dan seaman...
Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Luhut: AS Puji Kepemimpinan Jokowi di Masa Pandemi

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 24 November 2020, 14:29 WIB
Bahkan, kebijakan pemerintahan Jokowi dinilai layak menjadi contoh bagi negara lain. Pandangan pemerintah AS disampaikan ke Luhut saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya