Selasa 05 Mei 2020, 16:09 WIB

Karyawan Terinfeksi Covid-19, Pemkab Sleman Tutup Indogrosir

Agus Utantoro | Nusantara
Karyawan Terinfeksi Covid-19, Pemkab Sleman Tutup Indogrosir

MI/AGUS UTANTORO
Bupati Sleman Sri Purnomo menutup sementara pusat perbelanjaan Indogrosir, Mlati, Sleman setelah salah satu karyawannya positif covid-19.

 

PEMERINTAH Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakart, Selasa (5/5)  menutup sementara pusat perbelanjaan Indogrosir Mlati di Jalan Yogya - Magelang, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penutupan itu, kata Bupati Sleman Sri Purnomo, karena adanya satu  karyawannya yang positif terinfeksi covid-19. 

"Mulai Selasa, Indogrosir  ditutup sementara, tidak boleh operasional sambil menyelesaikan rapid  test 106 karyawannya," kata Sri Purnomo.

Bupati lebih lanjut menjelaskan, sebenarnya rapid test terhadap karyawan  Indogrosir sudah dilakukan sejak Sabtu (2/5) lalu. Tes yang pertama  ini, jelasnya menyasar ke 10 karyawan yang bertugas di administrasi yang 

satu departemen yang sama dengan yang positif. Hasil rapid test  tersebut, kata Bupati menunjukkan lima di antaranya reaktif.

Selanjutnya kata Bupati, rapid test kembali dilaksanakan pada Senin (4/5) yang diikuti oleh 94 karyawan bagian pelayanan atau yang melayani para pembelanja. Hasil rapid test tersebut, lanjut Bupati 22 orang menunjukkan hasil reaktif.

"Mereka yang menunjukkan hasil reaktif, harus mengikuti swab. Swab dilakukan di beberapa rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo.

Baca juga: Positif Covid-19 di Kabupaten Raja Ampat Meningkat

Dia menambahkan, adanya karyawan Indogrosir yang positif terinfeksi  covid-19 ini  berawal pada Sabtu (25/4), sekitar pukul 14.15 WIB, ada  salah satu karyawan Indogrosir pingsan di dalam area Indogrosir (Bagian Kasir).

Karyawan yang pingsan mendadak ini diangkat oleg tiga orang dan dimasukkan ke dalam mobil menuju RSA Universitas Gadjah Mada yang berada di Kronggahan, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Karyawan yang pingsan tersebut di RSA UGM langsung dilakukan pemeriksaan medis.

Selanjutnya pada pukul 20.00 WIB karyawan tersebut diperbolehkan pulang  dan disarankan untuk istirahat dan mengisolasikan diri di rumahnya dan diantar oleh empat karyawan yang sebelumnya ikut mengantar ke rumah sakit.

Karyawan Indogrosir yang sempat bersentuhan dengan karyawan yang pingsan, sebanyak tujuh orang, pada Kamis (30/4) diperintahkan menjalani cek darah di Puskesmas Mlati 1 yang berada di belakang Indogrosir.

"Hasilnya,  dua orang nonreaktif dan lima orang reaktif sehingga  keseluruhan karyawan yang terlibat menolong melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing sampai 15 Mei 2020," katanya.

Joko menambahkan, di antara karyawan yang hasil rapid test-nya ternyata  tidak hanya warga Sleman. Karena itu, ujarnya, Dinas Kesehatan Kabupaten  Sleman melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan lainnya untuk melacak  dan memantau. (A-2)

Baca Juga

MI/Gaudensius Suhardi

Warga Diaspora Manggarai Surati Gubernur NTT dan Bupati

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:26 WIB
"Kami minta agar menaati bebeberapa regulasi tersebut dan menghentikan semua proses pemberian izin atas rencana pembangunan pabrik...
MI/Arnold

Mulai 5 Juni ASN Bali Kerja Kembali Dalam Kenormalan Baru

👤Ruta Suryana/Arnoldus Dhae 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:25 WIB
GUBERNUR Bali Wayan Koster menyampaian kebijakan soal sistem kerja pegawai aparatur sipil negara (ASN) dalam tatanan kenormalan baru. Mulai...
MI/Dwi Apriani

Kemenag Sumsel: Pengembalian Uang Pelunasan Haji Hanya 9 Hari

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:16 WIB
Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat ada 198.765 jemaah haji reguler yang melunasi Bipih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya