Selasa 05 Mei 2020, 15:47 WIB

Soal Pelonggaran PSBB, Wapres Minta Publik Jangan Salah Tafsir

Emir Chairullah | Humaniora
Soal Pelonggaran PSBB, Wapres Minta Publik Jangan Salah Tafsir

Antara/Aditya Pradana
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB.

 

WAKIL Presiden, Ma’ruf Amin, mengingatkan berbagai pihak agar tidak salah menafsirkan rencana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat terhadap kebijakan PSBB yang sedang diberlakukan. “Dalam ratas, Wapres mengingatkan jangan sampai kebijakan pelonggaran ini disalahtafsirkan atau disalahpahami sebagai pelonggaran segala-galanya,” ujar Juru Bicara Wapres, Masduki Baidowi, saat dihubungi, Selasa (5/5).

Wapres, lanjut dia, mengingatkan bahaya jika terjadi kesalahpahaman terhadap rencana pelonggaran kebijakan PSBB. Apalagi saat ini kurva penambahan kasus positif covid-19 belum mengalami penurunan. “Bisa gagal kita mengatasi pandemi covid-19 ini,” pungkasnya.

Baca juga: Masyarakat Kesulitan, Mahfud: Pemerintah Kaji Relaksasi PSBB

Masduki menjelaskan jika terdapat pelonggaran, hal itu hanya diterapkan pada bidang tertentu, seperti logistik, perjalanan bisnis dan dinas pemerintahan. “Ratasnya belum bicara teknis. Namun yang jelas bukan pelonggaran secara menyeluruh,” jelas Masduki.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, menyebut penerapan PSBB di sejumlah wilayah sebaiknya tidak menghentikan roda perekonomian. Oleh karena itu, pemerintah berencana memberikan sejumlah kelonggaran. Terutama, untuk warga yang mencari nafkah selama PSBB.

Baca juga: PSBB Jabar Diyakini Ampuh Tekan Korona

Pelonggaran PSBB ini bertujuan agar masyarakat bisa memutar kembali roda perekonomian. Namun, tetap menjalani protokol kesehatan. Di lain sisi, kebijakan PSBB sudah diterapkan di berbagai kota dan bahkan ada yang memasuki tahap kedua. Akan tetapi, masyarakat terpantau masih beraktivitas di luar rumah. Nina, seorang warga Bogor, mengungkapkan suasana di kotanya saat ini justru lebih ramai dibandingkan sebelumnya.

“Padahal seharusnya lebih ketat kan. Tapi sepertinya tidak terjadi pengetatan tuh,” tukas Nina ketika dihubungi.

Banyaknya warga yang masih beraktivitas di luar rumah juga dibarengi dengan ketidaktaatan terhadap protokol pencegahan covid-19. “Kemarin sore saya keluar rumah. Ramai sekali orang mau berbelanja untuk buka puasa sambil ngabuburit. Di pasar banyak yang tidak pakai masker,” ungkapnya.(OL-11)

 


Baca Juga

MI/Permana

PGRI : Pemerintah Perlu Susun Kurikulum Era Pandemi untuk Sekolah

👤Antara 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 22:35 WIB
Dia menambahkan kurikulum sekarang yang padat konten, sulit mendorong anak untuk belajar secara mandiri di...
Dok. JCUIM

Yayasan Jokowi Center Berdonasi ke Warga Terdampak Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 22:30 WIB
Adapun mekanisme pembagiannya melalui pendataan mandiri yang dibagikan langsung para Relawan Jokowi Center Peduli (JCP) di masing masing...
AFP

Mantan Rektor Yakin Virgin Coconut Oil Bisa Matikan Covid-19

👤Henri Siagian 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 21:53 WIB
Terkait manfaat VCO, guru besar Fakultas Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (MIPA) Untan itu mengklaim sudah digunakan dalam pengobatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya