Selasa 05 Mei 2020, 15:28 WIB

Jokowi Minta Antisipasi Kekeringan Jaga Kebutuhan Pangan

Dhika kusuma winata | Ekonomi
Jokowi Minta Antisipasi Kekeringan Jaga Kebutuhan Pangan

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Beras yang disimpan di gudang Bulog

 

PRESIDEN Joko Widodo mewanti-wanti jajarannya untuk menghitung dampak musim kemarau terhadap ketersediaan bahan pokok. Memasuki musim kemarau saat ini, Presiden meminta agar potensi kekeringan bisa diantisipasi sehingga dampaknya terhadap kebutuhan pangan teratasi.

"Berdasarkan prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), 30% wilayah-wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya. Oleh sebab itu, antisipasi, mitigasi, harus betul-betul disiapkan sehingga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu," kata Presiden saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5).

Potensi terjadinya krisis pangan dunia yang disampaikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) beberapa kali telah disinggung Jokowi. Mengantisipasi krisis dampak kekeringan terhadap krisis pangan, Jokowi menekankan sejumlah hal. Pertama, ketersediaan air di daerah-daerah pertanian merupakan kunci. Untuk itu, ia meminta agar jajarannya mempersiapkan berbagai upaya untuk menyimpan air.

"Ini harus disiapkan dari sekarang, mulai dari penyimpanan air hujan kemudian memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya, ini penting," ujarnya.

Kedua, percepatan musim tanam dengan memanfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. Jokowi menekankan agar petani harus tetap berproduksi dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Ketersediaan sarana-sarana produksi pertanian, baik yang berkaitan dengan bibit, pupuk, harus betul-betul ada dan harganya terjangkau. Kemudian kemarin juga sudah dibicarakan mengenai stimulus ekonomi untuk petani, ini agar nanti juga dipertajam lagi," ucapnya.

Jokowi juga meminta agar jajarannya memperhatikan manajemen pengelolaan stok kebutuhan pokok. "Hitung-hitungannya betul-betul harus detail. Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik," tandasnya.(OL-4)

Baca Juga

AFP/SIGID KURNIAWAN

Jokowi Instruksikan Proyek Strategis Nasional Diprioritaskan

👤Nur Azizah 🕔Jumat 29 Mei 2020, 11:32 WIB
Jokowi ingin memastikan program prioritas tetap berjalan namun tetap mengikuti protokol kesehatan secara...
ANTARA

​​​​​​​Dibuka di Zona Hijau, IHSG Berpeluang Kembali Menguat

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 29 Mei 2020, 09:38 WIB
Menurut Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama, IHSG pada perdagangan akhir pekan ini berpeluang untuk melanjutkan tren...
Dok BPP Hipmi

Semua Sektor Usaha Terdampak Pandemi harus Dibantu Pemerintah

👤Dwi Tupani 🕔Jumat 29 Mei 2020, 09:19 WIB
Bukan hanya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pengusaha besar, tapi ini semua pengusaha sedang mengalami dampak pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya