Selasa 05 Mei 2020, 15:00 WIB

Perusahaan BUMN Produksi 3 Jenis Obat untuk Pasien Covid-19

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Perusahaan BUMN Produksi 3 Jenis Obat untuk Pasien Covid-19

ANTARA/M Agung Rajasa
Petugas menunjukan vaksin influenza di ruang penyimpanan vaksin di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/3).

 

SELAIN berpartisipasi dalam pengadaan alat kesehatan untuk penanganan covid-19, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga turut berperan dalam pengadaan obat-obatan untuk pasien covid-19. 

Setidaknya ada dua perusahaan farmasi pelat merah, yaitu Indofarma dan Kimia Farma yang memproduksi 3 jenis obat.

Wakil Menteri BUMN I, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, 3 jenis obat-obatan yang dipakai untuk perawatan pasien covid-19 tersebut diantaranya antiviral, antibiotik dan juga anti inflamasi.

"Untuk antiviral kita sudah memproduksi oseltamivir, memang kita sempat kesulitan bahan baku karena masih impor dari India dan Tiongkok tapi kami sempat bekerjasama dengan Garuda mengirim pesawat charter membawa oseltamivir sehingga obat itu sudah cukup diproduksi Kimia Farma dan Indofarma," ujar Budi dalam rapat gabungan dengan Komisi VI, VII, dan IX DPR, Selasa (5/5).

Budi menambahkan, Kimia Farma dan Indofarma juga telah memproduksi chloroquine dan azhitromycin yaitu obat antibiotik dan anti inflamasi dalam jumlah yang cukup banyak.

"Dan siap kami distribusikan ke seluruh rumah sakit Indonesia," sambungnya.

Baca juga: Garuda Indonesia Ajukan Izin Penerbangan Khusus

Di sisi obat-obatan, Budi menyebut, BUMN juga bekerja sama dengan LBM Eijkman dan lembaga riset perguruan tinggi untuk bisa berpartisipasi baik ditataran lokal maupun internasional.

Untuk tataran internasional, dia menyampaikan, Bio Farma sudah masuk dalam grup solitaire WHO untuk bisa melakukan clinical trial untuk vaksin covid-19.

"Kita juga sudah bekerjasama dengan Sinovac perusahaan Bioteknologi dari Tiongkok yang pertama kali bergerak menghadapi virus covid-19 juga sudah aktif di organisasi dunia mengenai epidemic inovation yg bergerak di bidang vaksin," pungkasnya.

Untuk di dalam negeri, Budi menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh lembaga penelitian mikrobiologi perguruan tinggi, Balitbangkes, dan juga LBM Eijkman. (A-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Airlangga: Respon Pasar Positif Setelah 9 Sektor Ekonomi Dibuka

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:20 WIB
Respons positif dari pasar terlihat dari nilai tukar rupiah yang terus menguat dan indeks harga saham gabungan yang naik mendekati...
DOK KEMENTAN

New Normal, Harapan Baru Masyarakat Tani Pasca Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:07 WIB
Bagi rumah tangga produsen atau petani, kebijakan ini tentu disambut gempita lantaran ada asa baru produk-produk pertanian mereka bisa...
Istimewa

IPB Ingatkan Stok Pangan Nasional Mulai Menipis

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 09:36 WIB
Ketersediaan pangan khususnya beras nasional pada  Juni 2020 mulai menipis, yakni hanya 1,5 juta ton. Dan titik kritis terjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya