Selasa 05 Mei 2020, 14:37 WIB

APTI: Wabah Covid Bisa Merusak Industri Rokok

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
APTI: Wabah Covid Bisa Merusak Industri Rokok

ANTARA/Destyan Sujarwoko
Petugas medis berpakaian hazmat memanggil buruh linting yang menjalani rapid test covid-19 di Puskesmas Bangunjaya, Tulungagung, Senin (4/5)

 

ASOSIASI Petani Tembakau Indonesia (APTI) menghawatirkan wabah virus korona dapat mematikan industri rokok rumahan yang berdampak pada serapan komoditas tembakau yang juga ikut berkurang.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APTI, Agus Parmuji mengatakan komoditas tembakau sebaiknya perlu diperhatikan karena menyangkut tiga juta petani dan menghidupkan sekitar 245.371 ribu hektare lahan tembaku.

"Oleh karena itu eksistensi dan perlindungan komoditas tembakau nasional harus diperhatikan untuk menjaga nasib dari petani tembakau tersebut," kata Agus melalui keterangan resminya, Selasa (5/5).

Jika semakin banyak pabrik rokok khususnya golongan kecil dan menengah gulung tikar, serapan terhadap komoditas tembakau juga semakin berkurang.

"Sehingga dibutuhkan aturan yang jelas dan tidak berubah-ubah agar tidak mengancam usaha skala kecil-menengah dan tentunya para petani tembakau,” ujar Agus.

Selain itu, untuk melindungi para petani tembakau yang sangat bergantung pada kelangsungan bisnis industri rokok di Indonesia, pemerintah perlu menyusun kebijakan yang stabil terhadap Industri Hasil Tembakau (IHT) di masa depan tanpa perlu terus mengubah yang sudah ada.

Baca juga: Jumlah Buruh Pabrik Rokok Terjangkit Membengkak

Beban pelaku IHT di Indonesia saat ini kian bertambah. Setelah menghadapi kenaikan drastis Harga Jual Eceran (HJE) di awal tahun 2020, memasuki kuartal kedua ekonomi Indonesia diuji oleh penyebaran wabah covid-19 yang merugikan industri rokok.

"Produktivitas pabrikan di beberapa kota sentra tembakau yang menurun, serta berkurangnya daya beli masyarakat di tengah situasi ini tentu mengguncang banyak pabrikan khususnya pabrikan kecil dan menengah," pungkasnya.

Sebaran daerah produksi rokok di berbagai provinsi seperti Aceh, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Diketahui, keberadaan pabrik rokok di Indonesia diketahui telah menyusut dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2011 terdapat 1.540 pabrik rokok kecil, menengah, hingga besar di Indonesia. Namun, pada tahun 2017 jumlah ini menurun drastis menjadi 487 pabrik. (A-2)

 

Baca Juga

Ist/BRI

Strategi BRI Hadapi The New Normal: Transformasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:18 WIB
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. telah menyiapkan strategi untuk beradaptasi menghadapi era the new...
MI/Mohamad Irfan

Dirut BRI : Pandemi Jadi Akselerator Transformasi di BRI

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:06 WIB
Penyaluran kredit BRI tercatat sebesar Rp. 930,7 triliun atau tumbuh 10,1% year on year, di mana pertumbuhan ini di atas rata rata industri...
DOK: SINA MAS LAND

Harga Promo Ruko Tahap 2 Pasar Modern Timur BSD

👤RO 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:05 WIB
Salah satu produk teranyar yang dapat menjadi pilihan ialah rumah ruko tahap 2 berlokasi di Pasar Modern Timur BSD...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya