Selasa 05 Mei 2020, 10:05 WIB

Pemerintah Siapkan Skenario Pascapandemi Covid-19

Wisnu Arto Subari | Ekonomi
Pemerintah Siapkan Skenario Pascapandemi Covid-19

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Seorang petugas tengah membawa paket bantuan sosial dari pemerintah untuk disalurkan ke warga di kawasan Koja, Jakarta.

 

WAKIL Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah sudah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengatasi dampak dari pandemi covid-19. Menurutnya, ada tiga fokus anggaran yang dipersiapkan pemerintah yaitu di sektor kesehatan, bantuan sosial, dan dunia usaha.

Untuk itu pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp405,1 triliun dari APBN. Anggaran itu dibagi menjadi tiga pos, yakni sebesar Rp75 triliun untuk belanja alat kesehatan, Rp110 triliun untuk jaring pengaman sosial, dan Rp150 triliun untuk pemulihan ekonomi.
 
"Anggaran batuan sosial harus mencukupi untuk menutup pendapatan masyarakat yang turun akibat pandemi. Masyarakat membutuhkan pengamanan terhadap pendapatan mereka," ujar Suahasil dalam sebuah acara diskusi.

Pemerintah, kata dia, sangat memahami bahwa kini banyak dunia usaha yang berhenti beroperasi atau menurun pendapatan. Akibatnya, pengusaha tidak bisa membayar pajak dan membayar utang-utangnya di bank.

"Pemerintah khawatir kalau dunia usaha tidak sanggup membayar pinjaman, akan berdampak pada perbankan. Dampaknya bisa menjalar ke mana-mana," lanjut dia.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyebut, pemerintah dan kalangan dunia usaha harus bahu membahu mengatasi pandemi covid-19 dan dampaknya bagi perekonomian dan masyarakat. Apalagi, sampai kini belum bisa dipastikan kapan pandemi akan berakhir.

Menurut dia, persoalan kesehatan dan perekonomian harus bisa diatasi secara bersamaan. "Covid-19 semakin lama beri tekanan yang makin kuat buat perekonomian," ujar.

Rosan menyebutkan sebagain besar sektor usaha terdampat covid-19. Ia mencontohkan sektor pariwisata yang paling berat merasakan dampaknya. Ia mendapatkan laporan dari PHRI bahwa sampai saat ini setidaknya ada 1.657 hotel yang tutup. Tingkat keterhunian hotel juga menurun drastis.

Dari laporan asosiasi-asosiasi pengusaha, Rosan mengungkapkan, usaha restoran juga banyak yang tutup. Pekerja di sektor restoran yang harus dirumahkan atau PHK.

Sementara, karyawan yang dirumahkan dan di-PHK dari sektor tekstil mencapai 2,1 juta orang, sektor sepatu/alas kaki 500 ribu orang, retail 400 ribu orang, dan transportasi darat 1,4 juta orang. "Gaikindo melaporkan dari target awal penjualan mobil 1,1 juta unit, bisa terjual 400 ribu mobil sampai akhir tahun nanti, itu sudah bagus sekali," ujarnya.

Semua kondisi itu, Rosan mengatakan, harus bisa diantisipasi.  "Akhir tahun ini Insya Allah wabah covid-19 selesai, namun pemulihan ekonominya bisa lebih panjang lagi, bisa sampai tahun depan," katanya. (Ant/A-1)

 

Baca Juga

Antara

Prakondisi Pembukaan Sembilan Sektor di Zona Hijau

👤Ind/X-7 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:48 WIB
Para pimpinan di daerah, lanjutnya, juga telah mengupayakan persiapan dengan saksama, membangun komunikasi bersama semua kelompok dan...
BI/Idx.co.id/Refinitiv/Yahoo Finance/Tim Riset MI-NRC

Penguatan Rupiah Diprediksi Berlanjut

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:42 WIB
Sejumlah faktor disebut dapat mendorong penguatan rupiah berlanjut hingga akhir...
Dok. PTPP

PTPP Catatkan Laba Bersih Rp1,2 Triliun di 2019

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 05 Juni 2020, 22:34 WIB
Pembagian dividen tunai (dividend payout ratio) sebesar 22,5% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk setara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya