Selasa 05 Mei 2020, 11:35 WIB

Terkendala Data Baru Satu Kecamatan di Kalsel Salurkan BLT Desa

Denny Susanto | Nusantara
Terkendala Data Baru Satu Kecamatan di Kalsel Salurkan BLT Desa

MI/Lina Herlina
Antrian warga mengambil BLT

 

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan kesulitan melakukan pendataan warga desa yang berhak menerima program bantuan langsung tunai (BLT) dari  realokasi dana desa atau BLT Desa. Dari 1.856 desa di Kalsel hingga kini baru 12 desa di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yang siap digulirkan program BLT desa.

"Sejauh ini baru 12 desa di Kecamatan Aranio yang sudah selesai pendataan dan siap disalurkan BLT Desa," tutur Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kalsel, Zulkifli, Selasa (5/5). 

Rencana penyaluran BLT Desa ini dijadwalkan pada 8 Mei yang akan dihadiri langsung Gubernur Kalsel.Tercatat ada 519 keluarga miskin atau sasaran dari 12 desa di Kecamatan Aranio akan menerima bantuan masing-masing Rp600 ribu dengan total Rp311 juta lebih.

Bantuan ini akan diberikan selama tiga bulan.Diakui Zulkifli pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Dinas Kesejahteraan Sosial terkait sinkronisasi data warga miskin di desa. Harus ada pemutakhiran data baik data warga miskin maupun warga mendadak miskin atau terimbas pandemi virus korona.

"Data ini kan dinamis, data miskin milik pemerintah bisa saja berubah, ditambah kita harus mendata orang miskin baru akibat pandemik korona. Di sisi lain penyaluran BLT harus disegerakan," ujarnya. 

Di Kalsel ada 1.856 desa yang tersebar di 11 kabupaten. Beberapa kabupaten merupakan daerah terpencil dan sulit dijangkau, termasuk Kotabaru yang merupakan kepulauan. Ditambahkan Zulkifli salah satu syarat penyaluran BLT Desa ini adalah tidak tumpang tindih dengan bantuan pemerintah pusat seperti BLT, program keluarga harapan, bantuan pangan tunai dan lainnya. Persoalan lain adalah adanya ketentuan jika BLT Desa tidak disalurkan maka penyaluran dana desa dari pusat akan ditunda.

"Ini persoalan lainnya, karena sebagian desa di Kalsel jumlah warga miskinnya tinggal sedikit," ujarnya. 

baca juga: Pembangunan Bandara Ngloram Tetap Berlanjut

BLT Desa merupakan upaya pemerintah untuk membantu warga desa akibat pandemi virus korona. Dana BLT Desa berasal dari realokasi pos penggunaan dana desa dengan ketentuan 25 persen hingga 35 persen tergantung besaran dana desa diterima suatu desa. Selain untuk BLT Desa, dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk pembentukan relawan covid -19 di desa, posko karantina dan hal lain yang berhubungan dengan upaya mengatasi pandemik virus korona. (OL-3)
 

Baca Juga

ANTARA

Industri dan Pekerja Harus Terapkan New Normal di Tempat Kerja

👤Apul Iskandar 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:56 WIB
Labor Institute Indonesia atau Institute Kebijakan Alternatif Ketenagakerjaan Indonesia mengimbau para pelaku industri untuk...
MI/Gabriel Langga

Para Sopir Pengantar Ikan di Sikka Ancam Sandera Mobil BBM

👤Gabriel Langga 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:49 WIB
Kecewa dan diperlakukan tidak manusiawi oleh aparat, para sopir pengantar ikan mengancam akan menyandera mobil BBM dari Sikka ke...
MI/Supardji Rasban

Grup WA Brebes Bagi Masker Setelah Ditemukan Banyak Warga Abai

👤Supardji Rasban 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:43 WIB
Pembagian masker sekaligus penyemprotan cairan disinfektan dilakukan di persimpangan jalan utama kota Kecamatan Ketanggungan, arah menuju...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya