Selasa 05 Mei 2020, 07:50 WIB

Asosiasi Dorong Program Stimulus untuk Properti

GANA BUANA | Ekonomi
Asosiasi Dorong Program Stimulus untuk Properti

Dok.MI
Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) periode 2019-2022, Paulus Totok Lusida

 

PEMERINTAH diminta untuk memberikan sejumlah relaksasi kebijakan atau programstimulus untuk menyelamatkan industri properti yang kini kian terpuruk akibat penyebaran wabah Coronavirus disease (covid-19). "Dibutuhkan relaksasi kebijakan yang lebih luas lagi agar dunia usaha mampu bertahan pada masa sulit ini, termasuk tetap bisa memutar roda usaha serta meminimalkanterjadinya PHK (pemutusan hubung an kerja) di industri properti," kata Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

REI, kata dia, mengajukan beberapa usulan untuk menyelamatkan industri properti dan perekonomian nasional. Pertama, perlu ada restrukturisasi kredit tanpa mengurangi peringkat kolektabilitas. "REI minta dilakukan penghapusan bunga kredit selama 6 bulan atau ditangguhkan pembayaran bunga dan angsuran pokok selama 12 bulan," ujar dia.

Kedua, pencadangan dana atau sinking fund bisa dibuka blokir dan tidak harus dipenuhi tiap bulan selama masa covid-19, juga tidak membekukan rekening deposito debitur agar bisa digunakan untuk kelangsungan usaha. "Namun, kebijakan ini harus diikuti dengan instruksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar perbankan mengikuti dan mematuhinya," kata Totok.

Ketiga, untuk stimulasi perpajakan, REI mengusulkan penghapusan PPh 21, percepatan pengurangan PPh badan, menurunkan PPh fi nal dari 2,5% menjadi 1%, serta menerapkan PPh fi nal itu berdasarkan nilai aktual transaksi, bukan berdasarkan NJOP. "Untuk pajak daerah, REI berharap ada penghapusan BPHTB dan PBB serta tidak ada kenaikan NJOP."

Keempat, REI berharap ada penurunan tarif beban puncak dan penghapusan beban biaya minimal bulanan PLN dan PDAM untuk perkantoran, hotel, dan mal. "REI pun berharap pemerintah menunda penerapan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) 71 dan 72 supaya perusahaan realestat dapat berkonsentrasi pada kesehatan perusahaan dan proyeknya," harap Totok.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menambahkan, saat ini perlu ada relaksasi kebijakan pada industri properti seperti penundaan pembayaran kredit, pengurangan bunga, serta restrukturisasi kredit. "Perlu ada semacam pengurangan dan insentif pajak bagi pelaku industri properti, sedangkan untuk konsumen juga bisa dilakukan pengurangan dan penundaan bunga," ujarnya

Berdasarkan data yang diperoleh, di tengah pandemi covid-19 tercatat penurunan nilai penjualan perumahan di wilayah Jabodebek-Banten, yakni rata-rata 50,1% yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah survei. Penurunan tertinggi di wilayah Bekasi, yakni 56,0%, lalu Bogor 55,3%, dan Depok 50,9%. Adapun penurunan terendah di Cilegon, yakni, 27,2%.

Rumah subsidi Terkait dengan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), DPP REI mengusulkan Program Sejuta Rumah khususnya rumah subsidi dijadikan sebagai salah satu program padat karya pemerintah. "Pemerintah dapat terus memutar roda ekonomi melalui program pembangunan rumah MBR ini karena industri ini bersifat padat karya dan melibatkan 174 industri turunan," kata Totok. REI juga mendorong pemberian kredit perbankan bagi MBR tidak dibatasi segmentasinya karena saat ini bank amat selektif untuk memberikan KPR bagi MBR. (S-3

Baca Juga

ANTARA

​​​​​​​Dibuka di Zona Hijau, IHSG Berpeluang Kembali Menguat

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 29 Mei 2020, 09:38 WIB
Menurut Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama, IHSG pada perdagangan akhir pekan ini berpeluang untuk melanjutkan tren...
Dok BPP Hipmi

Semua Sektor Usaha Terdampak Pandemi harus Dibantu Pemerintah

👤Dwi Tupani 🕔Jumat 29 Mei 2020, 09:19 WIB
Bukan hanya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pengusaha besar, tapi ini semua pengusaha sedang mengalami dampak pandemi...
AFP

Wall Street Turun karena Investor Realisasikan Keuntungan

👤Antara 🕔Jumat 29 Mei 2020, 08:53 WIB
Pasar ekuitas tertekan setelah data yang dirilis pada Kamis (28/5) oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan 2,123 juta orang Amerika...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya