Selasa 05 Mei 2020, 07:22 WIB

Kematian Akibat Covid-19 AS Bisa 2 Kali Lipat karena Pelonggaran

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Kematian Akibat Covid-19 AS Bisa 2 Kali Lipat karena Pelonggaran

AFP/Paul Ratje
Seorang petugas kantor pos melayani pelanggan di El Paso, Texas, Amerika Serikat.

 

PERKIRAAN baru memproyeksikan hampir 135 ribu kematian akibat covid-19 di Amerika Serikat (AS) hingga awal Agustus terutama akibat pelonggaran langkah-langkah pembatasan yang sedang berjalan.

Proyeksi itu disampaikan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington, Senin (4/5) waktu setempat.

Perkiraan korban tewas di AS, hingga awal Agustus, mencapai 134.475, dengan kisaran tengah antara 95.092 dan 242.890, kata IHME.

Proyeksi yang direvisi memperkirakan hampir dua kali lipat jumlah kematian yang diperkirakan di ‘Negeri Paman Sam’ sejak perkiraan terakhir pada pertengahan April.

Baca juga: WHO Tegaskan tidak Ada Bukti Covid-19 Berasal dari Lab di Wuhan

Proyeksi baru mencerminkan meningkatnya mobilitas dan pelonggaran langkah-langkah sosial yang diharapkan di 31 negara bagian pada 11 Mei, kata IHME, yang modelnya digunakan Gedung Putih.

Meningkatnya kontak di antara orang-orang akan mempromosikan penularan virus korona, kata mereka.

"Model baru ini adalah dasar untuk perkiraan baru kematian AS yang serius," kata Direktur IHME Christopher Murray, merujuk pada langkah-langkah pembukaan kembali.

IHME mengatakan model barunya mengasumsikan perintah-perintah kesehatan masyarakat yang saat berjalan akan tetap di berlaku sampai infeksi diminimalkan.

Perkiraan IHME meningkatkan jumlah kematian yang diperkirakan di AS lebih dari 62 ribu, dengan kenaikan lebih dari 8.700 kematian di New Jersey dan lebih dari 7.800 di New York untuk periode yang sama, naik dari perkiraan yang dirilis bulan lalu.

Murray mengatakan memahami faktor pengaruh suhu pada penularan virus ‘berkembang pesat’.

“Saat ini, kami percaya efek suhu pada penularan adalah penting, namun minimal. Saat kita memasuki musim panas dan suhu naik, kita akan tahu lebih banyak dan akan merevisi proyeksi kami jika itu relevan secara statistik," ungkapnya. (France24/OL-1)

Baca Juga

AFP

Partai Republik Khawatir Trump bakal Kalah di Pilpres AS

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 01:15 WIB
BEBERAPA petinggi Partai Republik mulai khawatir jelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November...
AFP

Ratusan Gajah di Botswana Ditemukan Mati Misterius

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 00:55 WIB
SELAMA dua bulan terakhir, ratusan gajah Afrika di Botswana ditemukan mati secara...
AFP

Rekor Kasus Covid-19 kembali Muncul di AS

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 00:35 WIB
AMERIKA Serikat kemarin kembali membukukan rekor 53.000 kasus baru virus korona dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya