Selasa 05 Mei 2020, 06:00 WIB

Atur Pertandingan, Petenis Mesir Dihukum Seumur Hidup

Antara | Olahraga
Atur Pertandingan, Petenis Mesir Dihukum Seumur Hidup

Al Bello/Getty Images/AFP
Foto ilustrasi

PETENIS asal Mesir Yousseff Hossam dijatuhi hukuman larangan seumur hidup aktif dalam dunia tenis profesional karena kasus pengaturan pertandingan. Lebih mengejutkan lagi, Hossam mengikuti jejak sang kakak, yang telah terlebih dahulu diasingkan secara permanen dari dunia tenis karena tuduhan korupsi dua tahun lalu.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan Tennis Integrity Unit (TIU) pada Senin (4/5) mengatakan jika Youssef Hossam (21), yang dihukum sementara sejak Mei 2019, telah dilarang seumur hidup menyusul keputusan keterlibatannya dengan pengaturan pertandingan dan terkait tuduhan korupsi. Hukuman itu dijatuhkan oleh Jane Mulcahy Qc, seorang pengacara senior Inggris, menyusul sidang disiplin selama tiga hari di London pada Maret.
  
Menurut pernyataan tersebut, hasil investigasi TIU mendapati jika selama periode 2015-2019, Hossam bersekongkol dengan pihak-pihak lain untuk mengadakan kampanye korupsi yang terkait taruhan secara intensif di tenis profesional tingkat bawah.
  
Dengan demikian ia menyalahi 21 program anti korupsi tenis, yang termasuk delapan kasus pengaturan pertandingan, enam kasus memfasilitasi judi, dua kasus meminta pemain lain untuk tidak menggunakan upaya terbaik, tiga kegagalan melaporkan korupsi, dan dua kali tak bersedia bekerja sama dengan investigasi TIU.
  
Hossam, saat ini di peringkat 810 ATP tunggal, pernah meraih hasil terbaiknya di peringkat 291 pada Desember 2017. Dia kini secara permanen tak boleh lagi berkompetisi atau menghadiri turnamen tenis yang diadakan dan diakui oleh induk olah raga itu.

baca juga: Sering Cekcok , Kyrgios Ajak Ngobrol Nadal di Instagram
  
Larangan seumur hidup relatif jarang dijatuhkan di dunia tenis, namun pada 2018, kakak Youssef, Karim Hossam, diganjar hukuman tersebut karena terbukti bersalah setelah 16 tuntutan korupsi diajukan. Termasuk menyediakan informasi dalam dan memfasilitasi taruhan. Para petenis profesional di tingkat bawah lah yang rentan terhadap korupsi dan kecurangan mengingat kecilnya hadiah dibanding apa yang diterima atlet elite seperti Roger Federer dan Serena Williams. (OL-3)


 

Baca Juga

wtatennis.com

Asleigh Barty Ragu Tampil di AS Terbuka

👤MI 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 03:40 WIB
PETENIS Australia Ashleigh Barty menyatakan dirinya belum bisa berkomitmen untuk ikut bermain di Amerika Serikat (AS)...
AFP/ANDREJ ISAKOVIC

Yao Ming Siap Kawal Musim Kompetisi Bola Basket Tiongkok

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Jumat 05 Juni 2020, 15:53 WIB
Pertandingan akan digelar secara tertutup, sejalan dengan olahraga di seluruh dunia yang menggelar pertandingan selama...
AFP

Mercedes dan Ferrari Siapkan Sesi Tes Privat

👤Ant 🕔Kamis 04 Juni 2020, 23:49 WIB
Formula 1 telah menerbitkan revisi jadwal yang akan diawali dengan dua balapan tertutup dan di bawah protokol kesehatan ketat di Austria di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya