Selasa 05 Mei 2020, 02:10 WIB

Tujuh Hal yang Dibatasi Selama PSBB Kota Tasikmalaya

Kristiadi | Nusantara
Tujuh Hal yang Dibatasi Selama PSBB Kota Tasikmalaya

ANTARA/Adeng Bustomi
Polisi dan petugas Dishub Kota Tasikmalaya berjaga di Jalan Hz Mustofa, Kota Tasikmalaya yang ditutup sementara, Selasa (28/4) lalu.

 

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya, Jawa Barat akan segera memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) secara menyeluruh di 10 kecamatan. Selama PSBB, Pemkot Tasikmalaya akan menerapkan aturan pembatasan di tujuh sektor.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan pembatasan pertama adalah di sektor pendidikan yang telah dilakukan sejak satu bulan lalu. Selama PSBB, segala aktivitas di lingkungan sekolah atau institusi pendidikan lain ditiadakan dan semua siswa wajib belajar di rumah.

"Pembatasan kedua akan dilakukan di tempat kerja. Selama ini sejumlah instansi sudah mulai membatasi kerja para karyawannya atau kerja dari rumah. Namun, ketika PSBB diberlakukan, semua perusahaan harus mulai membatasi aktivitas di kantor," katanya Senin (4/5).

Namun, Budi mengatakan terdapat pengecualian untuk beberapa instansi yang tetap harus memberikan pelayanan kepada warga selama PSBB seperti penegak hukum, BUMN dan BUMD, pelaku usaha kesehatan, makanan, energi, pertanian, komunikasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, dan pelayanan dasar. Organinsasi kebencanaan dan sosial juga mendapat pengecualian untuk tetap bisa beroperasi.

"Pembatasan ketiga adalah kegiatan keagamaan. Selama PSBB dilakukan penghentian sementara seluruh kegiatan di rumah ibadah dan hanya kegiatan berupa penanda ibadah yang diperbolehkan, seperti azan atau mendentangkan lonceng," ujarnya.

Pembatasan keempat adalah larangan berkerumun lebih dari lima orang di tempat umum, kecuali untuk mencari kebutuhan pokok, logistik, energi, dan lainnya. Kelima, pemerintah Kota Tasikmalaya juga akan melakukan pembatasan terutama jam operasional pusat perbelanjaan.

"Pasar tradisional misalnya, diperbolehkan agar beroperasi pada pukul 04.00-12.00 WIB dan kegiatan di pasar tradisional beroperasi pada malam hari dibatasi hanya pada pukul 19.00-23.00 WIB. Sedangkan minimarket dan supermarket operasionalnya dibatasi hanya pada pukul 10.00-18.00 WIB," kata dia.

Pembatasan keenam adalah kegiatan sosial dan budaya termasuk kegiatan pertemuan politik, olahraga, hiburan, akademi, dan budaya. Sedangkan kegiatan khitanan dan pernikahan tetap dibolehkan namun haru mengikuti protokol kesehatan.

"Pembatasan ketujuh adalah dalam hal transportasi. SElama PSBB semua pergerakan orang dan barang dihentikan untuk sementara kecuali angkutan medis, bahan pokok, energi, peredaran uang, barang impor, bus jemputan karyawan, pertahanan dan keamanan. Transportasi orang yang masih diperbolehkan adalah kendaraan bernomor pribadi, angkutan umum dan kereta api tapi mereka dilakukan pembatasan penumpang," ujarnya.

Budi menambahkan, Selama PSBB pihaknya akan terus melakukan penyekatan di beberapa wilayah untuk membatasi orang masuk ke Kota Tasikmalaya. "PSBB akan berlaku mulai Rabu (6/5) dan mengikuti kebijakan pemerintah Provinsi Jabar selama 14 hari tetapi bisa diperpanjang dengan berbagai pertimbangan," pungkasnya. (R-1)

Baca Juga

MI/Hijrah Ibrahim

Warga Malut Keluar Kota Wajib Rapid Test dan Bawa Surat Sehat

👤Hijrah Ibrahim 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:42 WIB
Warga Maluku Utara wajib melaksanakan rapid test dan membawa surat bukti sehat apabila akan keluar...
ANTARA FOTO/Gusti Tanati

Pemkot Jayapura Sambut Baik Kebijakan New Normal

👤Marcel Kelen 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:31 WIB
Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano menyebut, kebijakan New Normal sangat  akomodatif, aspiratif dan serta adaptif serta equal...
MI/RAMDANI

H+4 Lebaran, Penumpang di Bandara Kualanamu Mulai Ramai

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:19 WIB
Penumpang usai Lebaran tersebut, ada yang hendak kembali ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan daerah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya