Selasa 05 Mei 2020, 02:50 WIB

Rabu PSBB, Warga Sukabumi Borong Sembako

Ant | Nusantara
Rabu PSBB, Warga Sukabumi Borong Sembako

Antara
Suasana di Sukabumi, Jabar menjelang PSBB

 

MENJELANG pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diberlakukan Rabu, (6/5) ribuan warga memadati pusat perbelanjaan di Kota Sukabumi, Jawa Barat untuk membeli berbagai macam kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.

Pantauan di lokasi, beberapa pusat perbelanjaan di Kota Sukabumi seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Harun Kabir, ribuan warga sibuk mencari barang untuk kebutuhan Ramadhan dan lebaran, akibatnya arus lalu lintas menjadi padat dan tersendat.

"Kami berulang kali mengingatkan kepada warga jangan panik dan jauhi keramaian, mereka merasa saat PSBB tidak bisa beraktivitas sama sekali sehingga sekarang membeli berbagai kebutuhan mulai dari sembako hingga pakaian," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di Sukabumi, Senin (4/5).

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali keramaian, Pemkot Sukabumi akan memanggil seluruh manajemen pertokoan di Kota Sukabumi agar prosedur tetap kesehatan dalam pencegahan korona dilakukan secara maksimal oleh pengelola maupun pemilik toko serta pedagang kaki lima.

Selain itu, pihaknya juga meningkatkan penyekatan di pusat keramaian dan perdagangan dengan menyiagakan petugas gabungan di titik tersebut.

Menurut dia, terjadinya peningkatan keramaian warga sudah mulai sejak Sabtu, (2/5).

Menurutnya, PSBB ini sebenarnya hal yang biasa dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran penyakit menular khususnya saat ini korona sehingga masyarakat seharusnya tidak panik seperti ini.

"PSBB ini sebenarnya tidak terlalu berdampak kepada ekonomi, karena aktivitas perdagangan masih diizinkan khususnya toko yang menjual kebutuhan pokok masyarakat dan untuk dampak ekonomi belum terlalu terasa, ini bisa dilihat dari membludaknya warga membeli barang," tambahnya.

Fahmi mengingatkan kepada warga untuk mencegah penularan virus mematikan ini bukan hanya sekedar menggunakan masker, tetapi harus menjaga jarak. Adapun jarak aman antar-orang minimalnya 1,5 sampai dua meter.

Selanjutnya, menghindari keramaian, mengurangi aktivitas di luar rumah dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun atau membilasnya mengggunakan hand sanitizer serta tidak kalah penting adalah tidak panik. (OL-8).

Baca Juga

ANTARA

GTPP Covid-19 Bali telah Lakukan 161 Ribu Tes Cepat

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 08 Juli 2020, 01:55 WIB
Rapid test dilaksanakan khususnya menyasar klaster-klaster penyebaran Covid-19 seperti pasar tradisional, desa dan...
DOK MI

Tes Swab Massal, Pemkab Banyumas Sasar Pedagang Pasar

👤Lilik Darmawan 🕔Rabu 08 Juli 2020, 01:45 WIB
Diyakini sampai sekarang masih banyak warga yang menjdi orang tanpa gejala (OTG). Karena itulah, salah satu upaya untuk mengetahui...
Thinkstock

Kesal Dituduh Curi Ayam, Seorang Pemuda Bakar Tiga Mobil

👤Kristiadi 🕔Rabu 08 Juli 2020, 00:45 WIB
Aksi pembakaran yang dilakukan YH terjadi karena bersangkutan dituduh oleh seorang warga telah mencuri dua ekor ayam jago hingga pelaku...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya