Senin 04 Mei 2020, 21:53 WIB

Nekat Salat Berjamaah di Masjid saat Wabah Langgar Syariah Islam

Yona Hukmana | Humaniora
Nekat Salat Berjamaah di Masjid saat Wabah Langgar Syariah Islam

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah warga yang masih nekat tarawih berjamaah di masjid di masa pandemi korona

 

SELURUH masyarakat Indonesia dianjurkan untuk tidak melaksanakan salat berjemaah di masjid. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19).

"Kalau ada orang memaksakan salat berjemaah ke masjid, salat Jumat ke masjid padahal ada di wilayah zona merah, maka dia tidak sesuai dengan syariat Islam," kata Pakar Timur Tengah dan Islam UI, Abdul Muta'ali dalam Dialog Ramadan 1441 Hijriah bertema Urgensi Fight Covid-19 yang diselenggarakan Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP), hari ini.

Abdul menuturkan, seorang ulama besar memproyeksikan lima konsep Islam diturunkan ke muka bumi. Yakni untuk menjaga jiwa, menjaga agama, menjaga harta, menjaga keturunan, dan menjaga kehormatan.

"Menariknya menjaga jiwa nomor satu, menjaga agama nomor dua, ini luar biasa. Makanya, jangan salat berjemaah ke masjid. Karena di syariat Islam pertama kali menjaga jiwa, jangan sampai ada korban, jangan sampai ada nyawa yang melayang," ujar Penulis Buku Fiqih Covid-19 itu.

Baca juga: Kemenhub Beri Lampu Hijau Jakarta Batasi Arus Balik

Dia mengatakan, dalam menyikapi kondisi pandemi covid-19 tidak bisa menggunakan emosional dan perasaan semata. Namun, setiap umat harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan.

"Kalau para peneliti mencari vaksin, maka kita mencari dalil-dalil argumentasi teks berbasis agama untuk mengetahui kira-kira nabinya umat Islam dalam beribadah saat bencana seperti apa," ucap dia.

Abdul menyebut, Nabi Muhammad SAW pernah mengutus seseorang memberitahu para Yahudi di Madinah untuk tidak keluar rumah. Pada saat itu Negeri Syam tengah dilanda virus.

Namun, orang Yahudi tidak mengindahkan imbauan tersebut. Mereka pergi ke Irak, akhirnya semua orang di Irak terpapar virus.

Saat peristiwa itu, Nabi Muhammad SAW membatasi orang masuk wilayah ke Madinah atau karantina. Padahal, Madinah bukan termasuk zona merah karena virus itu menyebar di Syam.

"Padahal jarak Madinah denga Syam jauh, tapi perlu kehati-hatian, sedia payung sebelum hujan, mencegah lebih baik ketimbang mengobati. Cerita itu ada dalam surat Al-Baqarah ayat 143," ungkap Abdul.

Oleh karena virus sudah menyebar, kata Abdul, Nabi Muhammad SAW berdoa. Ya Allah beri kami cinta untuk mencintai Kota Madinah, sepeti kami cinta Kota Mekah, Ya Allah sehatkan seluruh masyarakat Madinah,berkahi takaran gandum dan kurmanya dan lenyapkan virus di Kota Madinah.

"Dalam buku saya, saya ubah doanya. Ya Allah beri kami cinta untuk mencintai Indonesia sepeti cinta kami kepada Mekah dan Madinah, Ya aallah sehatkan seluruh masyarakat Indonesia, berkahi takaran beras, berkahi takaran jagung dan angkat virus covid-19 dari Indonesia," tutup Abdul. (Medcom.id/OL-4)

Baca Juga

MI/BARY FATHAHILAH

Kemenag Beri Wewenang kepada Kecamatan

👤Ifa/Ins/JS/X-11 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:30 WIB
Kebijakan itu akan dievaluasi setiap bulan terkait dengan situasi pandemi. Bila ada rumah ibadah di sebuah kecamatan tapi sering digunakan...
Dok Instagram @armandmaulana04

Armand Maulana Hibur Tenaga Medis

👤MI 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 04:10 WIB
PENYANYI Armand Maulana, 49, telah menjalankan beragam aksi sosial selama pandemi...
MI/Fathurrozak

Anggia Kharisma Banyak Bersyukur

👤MI 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 03:55 WIB
PERAYAAN Idul Fitri tahun ini tidak sama dengan tahuntahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya