Senin 04 Mei 2020, 19:45 WIB

Singapura Lakukan 8.000 Tes PCR Setiap Hari Lacak kasus Covid-19

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Singapura Lakukan 8.000 Tes PCR Setiap Hari Lacak kasus Covid-19

AFP/Roslan rahman
Warga Singapura memberikan KTPnya ke penjaga Supermarket sebelum bisa memasuki kawasan supermarket

 

SINGAPURA melaporkan 573 kasus baru covid-19, Senin (4/5) siang, menjadikan Negara Kota tersebut kini memiliki 18.778 kasus covid-19.

Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, mayoritas kasus baru adalah pemegang izin kerja yang tinggal di asrama pekerja asing.

Kedutaan Besar Singapura di Jakarta mengatakan, tingginya jumlah kasus di Singapura dikarenakan pengujian ekstensif yang dilakukan. Negara ini melakukan rata-rata 2.900 tes per hari pada awal April, bahkan ditingkatkan sampai lebih dari 8,000 tes per hari pada akhir April.

“Ini diartikan tingkat pengujian sekitar 2.100 orang per 100,000 penduduk. Sehingga, dengan meningkatnya intensitas pengujian, maka semakin banyak pula kasus yang teridentifikasi,” ujar Kedubes Singapura dalam keterangan resmi, Senin.

Dijelaskan, tingkat pengujian yang luas memungkinkan pemerintah untuk memberikan perawatan dini bagi individu yang terinfeksi, dan melakukan pelacakan untuk mencegah penularan lebih luas.

Baca juga : Covid-19: Jepang Perpanjang Masa Darurat Hingga 31 Mei

Sejak awal menghadapi krisis covid-19, Singapura berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan orang-orang yang tinggal di Singapura. Pemerintah berusaha untuk melindungi nyawa serta mata pencaharian masyarakat.

“Kami terus meninjau pelaksanaan upaya kami untuk meminimalisir gangguan bagi kehidupan masyarakat dan ekonomi, sekaligus menjaga keamanan dan kesehatan semua orang,” kata pernyataan tersebut.

Pendekatan Singapura adalah untuk membatasi dan memperlambat penularan virus agar tidak memperberat sistem perawatan kesehatan, mencegah kematian yang dapat dihindari, dan memastikan pasien memiliki peluang lebih baik untuk pulih.

Dalam tanggapan terhadap covid-19, Singapura terus transparan dan secara konsisten mengambil pendekatan rasional dan berbasis pada bukti. Tidak ada upaya untuk menutupi atau menyembunyikan fakta apa pun.

“Kami percaya transparansi dan menjaga kepercayaan sangat penting dalam mengatasi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Kedubes Singapura.

Berdasarkan penilaian risiko dalam konteks lokal dan global, Singapura secara progresif menerapkan langkah-langkah untuk meminimalkan risiko kasus impor, mendeteksi kasus sejak dini, dan meminimalkan kemungkinan penyebaran virus di Singapura. (CNA/OL-7)

Baca Juga

AFP/	OLI SCARFF

Korban Kematian Covid-19 Inggris Melampaui 40.000

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 11:00 WIB
“Pada jam 17.00 pada 4 Juni, dari mereka yang dinyatakan positif virus korona, di semua letak, sebanyak 40.261 telah meninggal dengan...
AFP/HANDOUT/press office of the Quirinale presidential palace

Italia Laporkan 85 Kematian Covid-19, Lombardy Masih Bermasalah

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:30 WIB
Wilayah utara Lombardy tetap menjadi pusat penyebaran, mencatat jumlah infeksi baru yang...
AFP/GORDWIN ODHIAMBO

Kenya Siap untuk Pencabutan Pembatasan Covid-19 Secara Parsial

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:15 WIB
Bisnis swasta, tempat ibadah, dan kantor pemerintah adalah di antara entitas yang bersiap untuk dimulainya kembali operasi setelah 6 Juni,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya