Senin 04 Mei 2020, 19:40 WIB

Produksi Pangan Indonesia Cukup Kuat dan Terkendali

mediaindonesia.com | Ekonomi
Produksi Pangan Indonesia Cukup Kuat dan Terkendali

Istimewa/Kementan
Menteri Pertanian Syahul Yasin Limpo.

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan produksi pangan Indonesia cukup kuat dan terkendali. Tahun ini, sebagian besar provinsi mengalami surplus produksi. 

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan strategi sistem logistik nasional dalam menyederhanakan rantai pasok dan intervensi distribusi.

Salah satunya dengan mengalihkan komoditas dari daerah yang surplus ke daerah yang defisit. Untuk saat ini, setidaknya ada 28 provinsi dalam kondisi terkendali. “Tapi dua di antaranya, yaitu Kalimantan Utara dan Maluku perlu mendapat perhatian lebih," ujar SYLdi Jakarta, Senin (4/5).

Data stok dan perkiraan bahan pokok yang diterbitkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) menunjukkan bahwa beberapa bahan pokok pangan periode April sampai Juni 2020 masih cukup dan aman. 

Untuk beras, neraca hingga Juni 2020 diperkirakan sebanyak 6,4 juta ton, jagung sebanyak 1,01 juta ton, gula pasir sebanyak 1,07 juta ton, dan minyak goreng sebanyak 5,7 juta ton.

"Yang terpenting adalah distribusi kita berjalan dengan lancar. Identifikasi wilayahnya, kita punya pemetaannya. Ini perintah Presiden supaya kita semua Kementerian bekerja sama menutup defisit. Artinya, tidak ada lockdown, tidak ada isolasi, tidak melakukan penguncian dan tidak membuat rintangan terhadap distribusi pangan," kata SYL.

Jangan timbun makanan di rumah 

Badan Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agriculture Organization of The United Nations (FAO-UN) dalam keterangan persnya pada Kamis (30/4) menyatakan tidak perlu bagi masyarakat untuk menimbun makanan di rumah, sebab pandemi Covid-19 tidak secara langsung mempengaruhi produksi.

Kepala perwakilan FAO Indonesia, Stephen Rudgard, dalam pernyataan tertulisnya mengajak masyarakat untuk menghargai para pahlawan pangan. Pahlawan itu, menurutnya, adalah petani, nelayan, peternak, pengemudi yang membawa hasil pertanian dan pedagang di pasar. 

“Sudah saatnya bagi kita untuk memperhatikan satu sama lain dan menghargai mereka yang berada di garis depan dalam pandemi ini. Mereka yang memproduksi pangan untuk kita makan setiap hari di masa yang sulit ini,” kata Stephen Rudgard.

“Beli makanan dari usaha kecil setempat, hargai petani, nelayan dan peternak yang memproduksi pangan, berbelanja dengan bijaksana, dan makan makanan sehat,” ujar dia.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB, Muhammad Firdaus mengapresiasi upaya pemerintah dalam menata sistem distribusi pangan. “Sistem distribusi pangan perlu ditata dengan baik untuk mengurangi disparitas harga antarwilayah," ujar Firdaus.

Data stok terkini dan prediksi ketersediaan pangan menurut Muhammad Firdaus juga juga sudah dibuat sangat lengkap. “Ini bagus dan perlu diketahui publik, supaya masyarakat lebih tenang,” pungkasnya.(OL-09)

Baca Juga

Antara

Pemerintah belum Putuskan Boleh-Tidaknya Ojol Bawa Penumpang

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:39 WIB
Pada saat kebijakan kenormalan baru diterapkan, para pengemudi ojek online berharap pemerintah kembali mengizinkan mengangkut...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Sektor Ekonomi Dibuka Kembali untuk Hentikan Ancaman Krisis

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:29 WIB
Tudingan pemerintah terlalu berpihak pada pengusaha di saat pandemi, sebenarnya kurang tepat karena sektor usaha dan ekonomi justru...
DOK KEMENKOPUKM

KemenKop Apresiasi OJK Tinjau Indikasi Penyimpangan Koperasi

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 14:00 WIB
Sekretaris KemenKopUKM Rully Indrawan mengatakan pada 28 Mei 2020 telah dilakukan klarifikasi, dan ditemukan ada 35 koperasi yang perlu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya