Senin 04 Mei 2020, 17:30 WIB

Ajib Kelulusan UN SMA/SMK di Lembata 100 Persen

Alexander P. Taum | Humaniora
Ajib Kelulusan UN SMA/SMK di Lembata 100 Persen

MI/Alexander P Taum
Guru mengantarkan pengumuman UN ke rumah siswa yang sulit signal di Kabupaten Lembata, NTT.

 

DI tengah wabah virus korona dan pembatasan fisik maupun sosial, otoritas pendidikan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mengumumkan kabar gembira. Sebanyak 1.564 siswa pada 18 SMA/MA/SLB, dan 482 siswa pada 10 SMK di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, lulus dalam Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2019/2020.

Seluruh siswa Sekolah Menenagah Atas maupun Kejuruan di Kabupaten Lembata dinyatakan lulus 100 Persen. Pengumuman kelulusan dilakukan pihak sekolah secara daring menyusul merebaknya wabah Covid-19. Siswa yang tidak terjangkau internet dan tidak memiliki smartpohone surat kelulusan diantarkan guru dari rumah ke rumah.

Maria Elisabeth Gowing, Staf Pelaksanaan pada kantor Pengawas Pendidikan Menengah, Kabupaten Lembata, Senin (4/5/2020) menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari 18 SMA dan 10 SMK yang ada di seluruh Kabupaten Lembata.

Disebutkan, sebanyak 1564 Siswa SMA/MA/SLB dan 482 Siswa SMK se Kabupaten Lembata dinyatakan lulus 100 persen. Sayangnya, ada dua siswa mengundurkan diri sebelum namanya terdaftar sebagaai peserta UN sehingga tidak memengaruhi prosesentase kelulusan.

Sementara itu, sejumlah kepala Sekolah di Kabupaten Lembata menjelaskan, meski di tengah wabah Korona, namun pihaknya tetap menjalankan tugas mengumumkan hasil Ujian Nasional  tahun pelajaran 2019/2020.

"Kami yang di wilayah Kecamatan, rata-rata tidak ada signal internet, sehingga kami upayakan menyerahkan hasil ujian dari rumah ke rumah," ujar Kepala Sekolah SMAN Buyasuri, Hironimus Belutowe.

Dari total 10 SMK di Lembata, SMK Negeri 1 Lewoleba mencatat jumlah lulusan UN terbayak yakni 103 siswa, disusul  SMKN 1 Ile Ape dengan jumlah kelulusan 102 siswa. Sedangkan SMK Stella Maris, mencatatat peserta UN paling sedikit yakni 4 siswa, namun lulus 100 persen, disusul SMK Kusuma Bhakti 10 orang. Dua SMK terakhir itu terancam ditutup.

Sedangkan, dari total 18 SMA/MA/SLB, jumlah lulusan terbanyak yakni SMA Negeri I Nubatukan dengan lulusan 259 siswa, disusul SMA Negeri Nubatukan, dengan jumlah lulusan sebanyak 156 siswa. Sedangkan SMA yang mencatat jumlah kelulusan paling sedikit adalah SMALB Lewoleba, sebanyak 2 Siswa, disusul SMA Swasta keberbakatan Lewoleba, dengan jumlah lulusan 11 Siswa. (OL-13).

Baca Juga

Kementerian Agama/Tim Riset MI-NRC

Menag Restui Rumah Ibadah Dibuka Bersyarat

👤Aiw/J-1 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:33 WIB
Fachrul Razi menjelaskan, rumah ibadah yang diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjemaah ialah yang berada di kawasan atau...
ANTARA/DHEMAS REVIYANTO

Kemendikbud masih Menunggu Gugus Tugas

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:25 WIB
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar sekolah tidak dibuka setidaknya sampai Desember...
ANTARA/RENO ESNIR

102 Kabupaten/Kota Masuk Zona Hijau

👤Aiw/Ant/E-3 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:10 WIB
Kegiatan aman covid-19 itu juga diterapkan dengan setiap daerah harus memperhatikan ketentuan tes yang masif, tracing (pelacakan) yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya