Senin 04 Mei 2020, 17:26 WIB

Pekerja Migran Indonesia Jangan Dicap Sebagai Pembawa Virus

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Pekerja Migran Indonesia Jangan Dicap Sebagai Pembawa Virus

ANTARA
Sejumlah WNI terdampak lockdown di Malaysia akan dipulangkan ke Sumatra Utara dari Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai di Dumai, Riau.

 

DIREKTUR Eksekutif Migrant CARE Wahyu Susilo menuturkan pihaknya mendesak pemerintah agar semua langkah yang dilakukan guna melindungi pekerja migran Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19 sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Undang-undang yang dimaksudnya yakni Undang Undang 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia serta Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-Hak Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya yang telah diratifikasi Indonesia melalui UU No. 6 Tahun 2012.

Baca juga: BMKG : Hujan Lebat dan Angin Kencang Tiga Hari Kedepan

"Instruksi untuk pengawasan ketat terhadap pekerja migran Indonesia yang pulang kampung tidak boleh dilaksanakan dengan pendekatan keamanan (sekuritisasi) apalagi menggunakan aparat Polisi atau TNI secara berlebihan," ujar Wahyu, Senin (4/5).

"Pernyataan tentang kemungkinan eksodus pekerja migran menjadi kluster baru penularan covid-19 juga tidak boleh menjadi landasan dan alasan untuk melakukan stigmatisasi terhadap para pekerja migran Indonesia sebagai pembawa virus," sambungnya.

Langkah yang cermat dan menjunjung perlindungan HAM pada pekerja migran Indonesia ialah dengan menerapkan protokol kesehatan dari World Health Organization (WHO) dengan menetaplan setiap pekerja migran yang kembali sebagai Orabg Dalam Pengawasan (ODP).

Oleh karenanya, pemerintah pusat maupun daerah menurutnya harus menyediakan tempat isolasi mandiri dan membuka akses pekerja migran untuk mendapat bantuan sosial dalam program jaring pengaman sosial.

"Sedangkan bagi pekerja migran Indonesia yang pulang dengan gejala dan masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), pemerintah pusat wajib menyiapkan tempat karantina dan rumah sakit sesuai protokol WHO dengan pembiayaan dibebankan sebagai biaya yang ditanggung negara," pungkas Wahyu.

Diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi mengadakan rapat terbatas dengan gugus tugas terkait penanganan pandemi Covid-19 dan eksodus pekerja migran Indonesia.

Baca juga: Hari ini, Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia Jadi 1.954 Orang

Dalam kesempatan itu, presiden menyampaikan data yang mengatakan ada sekitar 89 ribu pekerja migran Indonesia dipulangkan. Diperkirakan menjelang lebaran akan menyusul eksodus sejumlah 16 ribu pekerja migran Indonesia ke kampung halaman.

Presiden juga menyampaikan kekhawatirannya bila eksodus pekerja migran bisa berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19 di Indonesia. (OL-6)

Baca Juga

MI/Ramdani

Kemenkes Ingatkan Tata Cara Kerja saat Kenormalan Baru

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 09:15 WIB
Selama massa kenormalan baru, masyarakat tetap harus memastikan untuk tidak berkerumun dan menjaga jarak saat...
ANTARA/Irwansyah Putra

Sistem Kerja dengan Kondisi Normal Baru bagi ASN Diterapkan 5 Jun

👤 Indriyani Astuti 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 07:44 WIB
"Tugas dan fungsi ASN dalam tatanan normal baru dilakukan dengan tetap memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan dengan...
covid19.go.id/Riset MI-NRC

Pola Hidup Baru Turunkan Penularan Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:47 WIB
Data terbaru pasien sembuh dari covid- 19 bertambah lagi 252 orang sehingga total pasien sembuh menjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya