Senin 04 Mei 2020, 17:22 WIB

DPRD Usul Bansos Sembako Diganti Uang Tunai agar Lebih Efektif

Insi Nantika jelita | Megapolitan
DPRD Usul Bansos Sembako Diganti Uang Tunai agar Lebih Efektif

Antara/M. Risyal Hidayat
Pengemasan bansos untuk warga DKI Jakarta

 

KETUA Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengusulkan bantuan sosial (bansos) yang selama ini berupa sembako diganti menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa uang tunai ke warga. Ia melihat penyaluran sembako memiliki kelemahan dalam pelaksanaannya yang menyebabkan kerap tidak dapat dilaksanakan tepat waktu

Mujiyono menerangkan skema Pemberian BLT dapat dilakukan melalui transfer bank atau diberikan secara tunai. Dinas sosial atau pihak Kelurahan meminta data nomor rekening dari salah satu anggota keluarga dari 1.194.633 KK penerima bantuan

"Untuk KK yang memiliki nomor rekening bantuan diberikan secara tranfer dan bagi KK yang tidak memiliki nomor rekening maka bantuan diberikan secara tunai," jelas Mujiyono dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (4/5).

Ia mengatakan, pemberian bantuan tunai itu dilakukan selama 1 bulan dengan total Bantuan Tunai yang diberikan sebesar Rp598.000 atau seharga paket sembako sebesar Rp149.500 dikalikan empat kali.

Usulan penyaluran bansos berupa cash transfer itu, Mujiyono menyebut harus ada pengawasan penerima bantuan dapat dilakukan dengan mempublikasikan nama-nama penerima bansos di kantor kelurahan, balai RW, maupun melalui portal media sosial resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga : 141 Perusahaan Ditutup Sementara

"Disediakan sebuah hotline khusus untuk melaporkan penyimpangan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), terhadap pemberian bantuan sosial tersebut," terang Politikus Partai Demokrat itu.

Mujiyono mengatakan, salah satu keuntungan dalam penyaluran dalam bentuk cash transfer ialah pemerintah daerah terhindar dari kesulitan untuk menyediakan dan mendistribusikan bahan kebutuhan pokok warga secara langsung.

Lalu, biaya distribusi dan pengemasan barang bisa dihemat sehingga jumlah bantuan yang diterima lebih maksimal. Warga penerima, kata Mujiyono, juga mendapatkan kebebasan untuk menentukan prioritas kebutuhannya masing-masing selama pandemi covid-19

"Pemberian dalam bentuk uang tunai akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga dapat menghidupkan perekonomian kecil di sekitar tempat tinggalnya seperti warung kecil, warung makan, dan sebagainya," pungkas Mujiyono. (OL-7)

Baca Juga

MI/Saskia Anindya Putri

Kebijakan Ganjil Genap Tunggu Kelanjutan PSBB

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 04 Juni 2020, 08:36 WIB
Sambodo berjanji pihaknya akan melakukan sosialisasi lebih lanjut ke masyarakat mengenai kelanjutan sistem pembatasan kendaraan berdasarkan...
MI/Susanto

Personel Polri Dilarang Bermain Anggaran

👤Siti Retno Wulandari 🕔Kamis 04 Juni 2020, 07:50 WIB
SELURUH jajaran Korps Bhayangkara diingatkan untuk tetap meningkatkan dedikasi, loyalitas, serta menggunakan anggaran secara tepat dan...
MI/ROMMY PUJIANTO

Tidak Ada Lantai Dansa saat Kenormalan Baru

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 04 Juni 2020, 07:45 WIB
Lantai dansa di diskotek bisa ditiadakan saat kebijakan kenormalan baru atau new normal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya