Senin 04 Mei 2020, 16:54 WIB

Panen Raya di Bengkulu Ditargetkan 200 Ribu Ton Gabah

Marliansyah | Nusantara
Panen Raya di Bengkulu Ditargetkan 200 Ribu Ton Gabah

Ilustrasi
Panen

 

STOK beras di Bengkulu ditargetkan berlimpah, jika sepuluh kabupaten dan kota di provinsi itu melakukan panen raya Mei-Juni mencapai 200 ribu ton gabah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan di Bengkulu mengatakan,  panen raya padi di Provinsi Bengkulu,  pada Mei hingga Juni 2020 dengan target mencapai 200 ribu ton.

"Persediaan beras di Provinsi Bengkulu, saat panen raya padi terutama beras lokal melimpah sehingga harga dipasar tradisional stabil," katanya, Senin (4/5).

Stok beras setelah panen raya,  lanjut dia, akan memenuhi sejumlah pasar tradisional di Bengkulu, dan melimpah sehingga harganya stabil. Untuk itu,  jika panen raya padi di Bengkulu berjalan sukses, maka produksi beras disepuluh kabupaten/kota, dapat melebihi di atas 200 ribu ton.

Produksi beras ini dapat mengatasi kebutuhan pangan masyarakat daerah ini untuk beberapa bulan ke depan. Saat ini,  masyarakat  tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras di Provinsi Bengkulu.

Poduksi beras hasil panen petani cukup banyak dan ditambah lagi stok beras dari Bulog setempat mencapai 11.000 ton.

Sementara itu,  Perum Bulog cabang Kabupaten Rejang Lebong,  yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, menjamin stok beras bagi masyarakat aman hingga empat bulan kedepan.

Stok beras digudang Perum Bulog cabang Kabupaten Rejang Lebong,  Bengkulu, aman untuk tiga kabupaten hingga empat bulan kedepan. Pasokan beras aman ditiga kabupaten yakni,  Lebong, Kepahiang,  dan Rejang Lebong.

Baca juga :Produksi Gabah Anjlok 50% Akibat Hama Penggerek Batang

Kepala Bulog Cabang Rejang Lebong, Muhammad Ade Saputra di Bengkulu,  mengatakan, stok beras yang ada di gudang saat ini mencapai 500 ton, dengan stok tambahan dalam perjalanan sebanyak 400 ton.

"Stok beras yang ada ini mencukupi untuk kebutuhan masyarakat dalam tiga kabupaten yakni, Lebong, Kepahiang dan Rejang Lebong," katanya.

Stok beras yang ada saat ini,  lanjut dia, untuk menjaga stabilitas dan kebutuhan selama masa tanggap darurat wabah virus korona empat bulan kedepan.

Bahan kebutuhan pokok ini dijual secara langsung kepada masyarakat maupun melalui operasi pasar sesuai dengan harga distributor.

Saat operasi pasar,  untuk beras medium seharga Rp8.600 per kilogram dan beras premium kemasan ukuran lima kilogram seharga Rp53.000.

Selain itu,  Bulog juga menyediakan bahan kebutuhan pokok lainnya seperti tepung terigu mencapai 1,9 ton, minyak goreng kemasan dan daging beku masing-masing 2,2 ton serta gula pasir yang masih dalam pengiriman sebanyak sepuluh ton.

Selanjunya, daging beku Rp80.000 per kilogram, tepung terigu Rp8.500 per kilogram dan minyak goreng Rp12.000 per kemasan satu liter, dan gula pasir Rp12.500 per kilogram.

Saat ini,  untuk bawang merah dan bawang putih, Bulog belum mendapat pasokan dari pemerintah pusat mengingat ketersediaan di sejumlah pasar masih mencukupi dan harganya cenderung mulai normal.(OL-2)

Baca Juga

Istimewa

Empat Perwira Penerbad Korban Helikopter Jatuh

👤Akhmad Safuan 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 18:55 WIB
SEBUAH Helikopter M17 dengan nomor registrasi HA 5141 milik kesatuan Peberbangan Angkatan Darat (Penerbad) jatuh di dekat Kawasan Industeri...
dok pemprov jatim

Kinerja Polda Jatim Ungkap Narkoba di Tengah Pandemi Diapresiasi

👤RO/Micom 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 18:51 WIB
Banyaknya sabu yang disita dalam satu kasus ini menjadi rekor baru di jajaran Polda...
MI/John Lewar

Satu Makam PDP Covid-19 di Mabar Dibongkar, Jenazahnya Hilang

👤John Lewar 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 18:50 WIB
SATU kuburan jasad Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Mejerite, Desa Tanjung Boleng, berdekatan dengan Kampung Lancang, Kecamatan Komodo,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya