Senin 04 Mei 2020, 13:50 WIB

DPR Minta Pemerintah Kaji Secara Matang Terkait Relaksasi PSBB

Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum
DPR Minta Pemerintah Kaji Secara Matang Terkait Relaksasi PSBB

MI/RAMDANI
Suasana sepi di kawasan BUndaran HI, Jakarta, Minggu (29/3).

 

ANGGOTA komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen meminta pemerintah untuk mengkaji secara matang terkait wacana pemerintah yang akan melakukan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Pemerintah harus merujuk pada tujuan utamanya, yakni menjaga nyawa, keamanan dan kesejahteraan rakyat. Memang PSBB menjadikan ekonomi melambat, yang pada akhirnya berdampak pada sirkulasi keuangan dan pendapatan warga. Ini yang harus dikaji, bagaimana mengelola ketahanan pangan, pendapatan warga, sekaligus penanganan medis,” kata Nabil dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (4/5).

Baca juga: Daya Beli Turun, Mendag Minta Pasar Rakyat Beroperasi

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, jika nanti pemerintah benar melakukan relaksasi PSBB, pemerintah perlu membuat peraturan ketat terkait penjarakan fisik (physical distancing) serta pentingnya memakai masker. 

“Jadi warga harus diberitahu bahwa kita berada dalam kehidupan dengan pola baru, yakni (pola hidup) dengan mengutamakan kesehatan,” sebutnya.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak terprovokasi terkait informasi bohong mengenai Covid-19, dan tetap melakukan komunikasi yang sahat.

“Kita perlu hidup dengan pola komunikasi yang sehat,” tukasnya. (OL-6)

Baca Juga

Dok. MI

Pencegahan Korupsi belum Memadai

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 28 Mei 2020, 08:20 WIB
TII menilai pelaksanaan strategi nasional pencegahan korupsi belum maksimal dan belum terintegrasi dengan...
MI/PIUS ERLANGGA

KPU Ajukan Tambahan Anggaran Pilkada

👤Emir Chairullah 🕔Kamis 28 Mei 2020, 08:10 WIB
KPU RI mengajukan usulan tambahan anggaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang direncanakan pada 9 Desember 2020...
Dok. Ist

DPR Minta Protokol Keamanan

👤Putra Ananda 🕔Kamis 28 Mei 2020, 08:00 WIB
TNI memastikan pendisiplinan protokol kesehatan tidak melalui pendekatan kekerasan seperti di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya