Senin 04 Mei 2020, 10:33 WIB

PKS Tetap Jaga dan Kawal Presiden untuk Amanah dalam Tugasnya

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
PKS Tetap Jaga dan Kawal Presiden untuk Amanah dalam Tugasnya

Istimewa/DPR
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah.

 

WAKIL Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan dirinya sebagai kader Partai Keadilan Sejahteral (PKS) akan tetap mengawal dan menjaga Jokowi agar sukses dan amanah sebagai presiden dalam melaksanakan tugas dan memiliki tanggung jawab mamajukan dan mensejahterakan bangsa dan negara Indonesia.

“Target Kinerja dan hasilnya bagus yang dibangun dan kerjakan, kami akan mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada presiden jokowi,” kata Dimyati pada pers rilisnya, Senin (4/5).

“Tetapi bila sebaliknya, kami selalu mengingatkan dan memberi masukan serta mengkritisi pak jokowi dalam mengelola republik ini, agar republik indonesia bisa menjadi negara yang maju dan sejahtera,” tegas politikus dari Fraksi PKS.

Dimyati juga mengatakan sebagai bagian dari partai oposisi yang berada di luar pemerintahan, dirinya akan menjadi penyeimbang tetapi bukan menjatuhkan pemerintahan dan mendiskreditkan.

“Kami  juga bukan yes man atau ABS asal bapak senang, tapi kami mendukung dan menguatkan serta mengapresiasi bila rencana, program dan aksi bapak presiden bagus. Tetapi kami juga selalu mengingatkan dan mengkritisi bahkan menegur bila ada sesuatu yang keliru dan merugikan keuangan negara dan bangsa,” jelas Dimyati.

Ia menegaskan dirinya dan politisi lainnya akan terus mengawal kepala pemerintahan dan kepala negara dalam memimpin Indonesai tidak terlibat KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).

“Semua yang kami lakukan murni mengawal sebagai oposisi agar bisa melakukan check and balances karena bila kami tidak di luar sebagai oposisi siapa lagi yang mau menegur dan mengkritisi presiden yang sedang berkuasa,” ucap Dimyati.

“Apalagi sistem pemerintahan di indonesia ini adalah sistem presidensial, kekuasaan presiden sebagai kepala negara sangat kuat, karena sangat powerful dan kuat posisinya kemungkinan cenderung abuse of power dan misleading dalam kepemimpinannya sangat besar,” tegasnya.

“Jadi kami, PKS merasa perlu sebagai penyeimbang penguasa, kami bila tidak berkuasa, committed kami jadi oposisi yang bermartabat untuk rakyat indonesia, kami melihat saat ini indonesia belum maju baru mimpi,” tuturnya. (OL-09)

Baca Juga

MI/Rommy Pujianto

Kasasi Perkara Bupati Cianjur Nonaktif Ditolak MA

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:47 WIB
Permohonan kasasi diajukan pada 23 Maret 2020 itu diputus oleh Hakim Agung Agus Yunianto, Leopold Luhut Hutagalung serta Surya Jaya pada 20...
Ilustrasi

Kasus Covid-19 Belum Turun, Pilkada Desember Perlu Dikaji Ulang

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 28 Mei 2020, 22:16 WIB
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) pun mendorong semua pihak mengkaji ulang keputusan itu supaya tidak mengorbankan...
Ilustrasi

Kejagung Periksa 48 Saksi Kasus Hibah KONI

👤Siti Yona Hukmana 🕔Kamis 28 Mei 2020, 21:43 WIB
Kejagung memeriksa 48 saksi dari unsur pejabat dan staf Koni pusat. Pemeriksaan terkait kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya