Senin 04 Mei 2020, 09:34 WIB

Bersiap, Bulan Mei Petani Mulai Panen Raya Bawang Merah

mediaindonesia.com | Ekonomi
Bersiap, Bulan Mei Petani Mulai Panen Raya Bawang Merah

Istimewa/Kementan
Areal tanaman bawang merah di Brebes, Jawa Tengah.

 

KEPALA Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Yulia Hendrawati menyatakan panen raya di Brebes mundur, karena awal musim hujan baru dimulai pada Desember 2019. 

"Jadi ya memang sudah jadwalnya petani tanam padi dulu, baru sesudahnya tanam bawang merah. Mulai tanam raya juga baru bulan Maret 2020 kemarin. Kalau tanam di musim hujan, biaya produksinya otomatis lebih mahal. Belum lagi ancaman serangan penyakit dan potensi kebanjiran di beberapa lokasi,” ungkapnya.

Yulia mengakui pasokan ke Jakarta memang relatif berkurang, namun panen raya akan terjadi beberapa hari menjelang Lebaran. 

“Setidaknya ada 1.600 hektar yang siap dipanen bulan Mei ini. InshaAllah kalau untuk pasokan menjelang lebaran aman bahkan sampai setelah lebaran nanti karena panen berlangsung terus susul menyusul,” jelas Yulia. 

Abdul Rosyid, Ketua Kelompok Tani Maju Jaya Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jateng, saat dihubungi mengatakan sebagian besar pertanaman di wilayahnya akan mulai panen pada pekan kedua bulan Mei 2020. 

“Umur tanaman disini rata-rata 30-40 hari, jadi ya kemungkinan mulai panen raya nanti minggu kedua bulan Mei 2020,” ungkap Rosyid. 

Prediksinya, tidak kurang dari 700 hektare akan dipanen di daerahnya. "Kalau biasanya per hari kami kirim keluar Demak kurang lebih 10 truk berkapasitas 7 ton per truk, saat panen raya nanti bisa lah sampai 15 truk," beber Rosyid. 

Rosyid menyebut para petani di daerahnya tidak merasa terganggu aktivitasnya meski ada pandemi Covid-19 ini. “Aktivitas di sini normal saja, seperti sedang tidak ada wabah saja. Tapi kami tetap patuh aturan kok, pakai masker dan jaga jarak saat di lahan,” katanya.

Mengutip data Early Warning System (EWS) dari Ditjen Hortikultura menunjukkan panen bawang merah pada bulan Mei di 18 sentra utama diperkirakan seluas 8.958 hektar, dengan produksi mencapai lebih dari 67 ribu ton. 

Sementara kebutuhan wilayah Jabodetabek pada bulan Mei ditaksir sebanyak 14.549 ton. Dari angka tersebut produksi bawang merah diyakini mencukupi. 

Saat ini Kementerian Pertanian terus melakukan pemantauan intensif terhadap pasokan 11 bahan pangan pokok, salah satunya bawang merah. Di beberapa tempat dijumpai kenaikan harga, akibat panen raya yang mundur. 

Sekalipun demikian, Prihasto Setyanto, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, meyakini bahwa pasokan dan harga bawang merah secara nasional, berangsur normal seiring panen raya di beberapa sentra dalam waktu dekat.

“Memang terjadi pergeseran musim tanam akibat anomali iklim. Akibatnya jadwal panen raya juga sedikit bergeser," ujarnya. Bahkan pihaknya akan membantu bila diperlukan subsidi ongkos kirim, dan operasi pasar bila terjadi harga tidak wajar di pasaran.(OL-09)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

New Normal Harus Utamakan Sektor Produktif

👤Hld/E-3 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:51 WIB
Sentimen pasar ini bisa menjadi modal yang baik untuk peningkatan kegiatan...
Ist/Kementan

Serahkan 100 Ribu Bibit Pala, Mentan SYL: Kita Kuasai Pasar Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 18:34 WIB
Salah satu teknologi perkebunan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri) adalah pala varietas...
MI/Andri Widiyanto

Kadin Optimistis Normal Baru Bakal Tingkatkan Kegiatan Ekonomi

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 17:30 WIB
Dalam beberapa pekan pertama new normal, peningkatan ekonomi diprediksi akan pulih secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya