Senin 04 Mei 2020, 05:55 WIB

KCI Akan Setop Kereta Bila Penumpang Melebihi Kapasitas

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
KCI Akan Setop Kereta Bila Penumpang Melebihi Kapasitas

MI/ BARY FATAHILAH
PT KCI akan menjatuhkan sanksi dengan tidak menjalankan kereta apabila penumpang memaksa naik dan melanggar jaga jarak.

 

PT KCI angkat bicara mengenai fenomena KRL yang padat karena penumpang melanggar aturan antrean dan memaksa masuk. Kejadian tersebut sebelumnya terjadi pada dua hingga tiga perjalanan KRL terutama pada jam pulang kerja yang juga menjelang jam buka puasa. VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangan resminya, Minggu (3/5) mengatakan pihaknya mengantisipasi dengan memperketat batasan pengguna yang diizinkan masuk ke peron stasiun dan ke dalam kereta sebagaimana yang dilakukan pada stasiun-stasiun keberangkatan di pagi hari.

"Pintu stasiun juga ditutup tepat pada pukul 18.00 WIB sesuai aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah kepadatan pada jadwal kereta terakhir," kata Anne.

Untuk semakin meningkatkan kedisiplinan maka mulai Senin (4/5) bila masih terdapat kereta yang melebihi kapasitas, ditandai dengan pengguna duduk maupun berdiri tidak sesuai marka yang ada, maka kereta tidak akan diberangkatkan.

"Kereta baru akan diberangkatkan hingga para pengguna mengikuti aturan kapasitas maksimum sejumlah 60 orang per kereta," tegasnya.

Dari 761 perjalanan KRL yang beroperasi setiap harinya, 90% perjalanan berjalan dengan kondisi sangat minim penumpang. Hal ini terpantau dari data volume penumpang, data pengguna yang melakukan tap in maupun tap out di stasiun, pantauan petugas di lapangan, maupun gambar-gambar yang diunggah para pengguna ke sosial media.

Kepadatan yang sempat terjadi selama masa PSBB di Jakarta dan kota-kota penyangganya berdasarkan catatan KCI adalah pada 13 April ketika hari kerja pertama PSBB di Jakarta dan banyak perusahaan yang belum menginstruksikan karyawan bekerja dari rumah.

Kepadatan juga terjadi pada 20 April di luar Stasiun Cilebut dan pada 30 April lalu pada KA 1178 yang disebabkan perubahan jadwal kerja pada bulan Ramadan.

"Kepadatan disebabkan menjelang waktu berbuka puasa membuat pengguna berkonsentrasi mengejar jadwal KRL yang memungkinkan mereka berbuka di rumah," terang Anne.

baca juga: Penumpang Positif Covid-19, KCI Perkuat Protokol Kesehatan

Untuk mengendalikan kepadatan ini, diperlukan kepedulian masyarakat dalam menggunakan KRL.

"Jam masuk dan pulang kerja yang bersamaan memang jadi tantangan, namun kami mengajak para pengguna untuk tetap bersabar menunggu KRL yang kosong agar tetap menjaga physical distancing," paparnya.(OL-3)
 

Baca Juga

Antara

DPRD : DKI Bakal Terapkan PSBB Transisi Selama 1 Bulan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:33 WIB
Skema PSBB transisi selama satu bulan dirancang dengan monitoring dan evaluasi yang ketat dihampir tiap aktivitas warga...
Antara

Tahap Awal New Normal, Tiket TMII Beli Satu Gratis Satu

👤Selamat Saragih 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:23 WIB
Manajer Informasi TMII, Ira, mengatakan, promo tersebut berlaku pada tiket pintu masuk TMII dan seluruh wahana di...
MI/M Irfan

Besok, Pasar Tanah Abang akan Disemprot Desinfektan

👤Insi Nantika Jelita/Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:15 WIB
Besok pagi, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta melakukan penyemprotan desinfektan pada fasilitas umum...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya