Minggu 03 Mei 2020, 19:23 WIB

Warga Tidak Mudik Diapresiasi sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Warga Tidak Mudik Diapresiasi sebagai Pahlawan Kemanusiaan

MI/Ferdinandus Rabu
Petugas pelabuhan mengecek suhu tubuh penumpang.

 

Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur mengapresiasi warga perantau yang mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik dan menunda sementara pulang ke Flores Timur. Sehingga berdampak pada jumlah pemudik yang cenderung menurun.

Menurut Bupati Flotim Anton Hadjon, para perantau yang mampu menahan diri tidak mudik juga dikategorikan sebagai pahlawan kemanusiaan. Karena berani meninggalkan ego pribadi demi kepentingan banyak orang.

''Saya ucapkan terima kasih dan patut mengapresiasi para perantau asal Flotim yang telah mengikuti anjuran pemerintah sehingga menunda sementara untuk pulang ke Flotim. Kalian (perantau) yang tidak mudik saat ini, juga menjadi pahlawan kemanusian karena mampu menanggalkan ego dan kepentingan masing-masing demi kepentingan banyak orang, dan kepentingan bangsa,'' kata Bupati Flotim Anton Hadjon, Minggu (3/5).

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Peraturan Larangan Mudik

''Saat ini memang butuh jiwa kemanusiaaan yang tinggi untuk bisa memutus mata rantai Covid-19. Kita semua bisa menjadi pahlawan dengan cara kita masing-masing, yaitu mengikuti anjuran pemerintah. Terimakasih atas kerja samanya, sehingga saat ini jumlah pemudik lebih menurun dibandingkan biasanya. Ini merupakan tanggungb jawaba kita bersama untuk menjaga daerah ini demi mencegah penyebaran Covid-19 di Flotim,'' pungkas Bupati Flotim Anton.

Sementara itu terkait adanya himbauan larangan mudik, Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Flores Timur terus memperketat pengamanan di pintu-pintu masuk di wilayah Flotim. Sebelumnya, Pemkab Flotim juga telah menghentikan sementara pelayaran kapal pelni dan meminta pihak ASDP melalui jasa angkutan Kapal Ferry untuk mengurangi frekuensi pelayaran demi membatasi arus mudik yang masuk maupun keluar wilayah Flotim.

Para petugas satgas pun terus meningkatkan pengamanan dan pantauan di pintu-pintu masuk di pelabuhan, bandara dan juga di terminal-terminal. Peningkatan pengamanan ini untuk membatasi arus mudik masuk maupun keluar wilayah selama masa pandemi korona.

Baca Juga: Pemkab Flotim Sosialisasi Cegah Korona ke Pelosok Desa

''Kita memang selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pintu masuk yang ada di wilayah ini. Kami menggandeng pihak kemananan yaitu TNI dan Polri bersama Satgas Covid tingkat kabupaten untuk menjaga dan memperketat pintu masuk wilayah ini. Tujuannya untuk memantau sekaligus membatasi akses mudik warga di tengah pandemi ini. Setiap pintu masuk, baik di darat, laut maupun udara, sudah ada petugas di sana yang melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat,'' ujar Bupati Anton.

''Di setiap pintu masuk, para petugas dilengkapi dengan alat pendeteksi suhu tubuh untuk mengecek setiap kondisi tubuh para pemudik,. Para petugas juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan sehingga dipastikan benar-benar aman demi mencegah penyebaran corona di wilayah ini,'' ungkap Bupati Flotim Anton Hadjon. (FB/OL-10)

Baca Juga

MI/Ramdani

Pengumuman Kelulusan dan Kenaikan Kelas di Sumenep Lewat WhatsApp

👤Mohammad Ghozi 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:26 WIB
"Karena berada pada masa belajar di rumah, pengumuman kelulusan SD dan SMP akan disampaikan melalui pesan berantai maupun grup...
ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Sidoarjo akan Gunakan Mal Pelayanan Publik untuk Tempat Isolasi

👤Heri Susetyo 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:57 WIB
"Kita akan gunakan lantai atas MPP untuk tempat isolasi dan perawatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf...
Ilustrasi

Pelaku Penyerangan Polsek, Diduga Simpatisan ISIS

👤Yona Hukmana 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:55 WIB
Pelaku penyerangan Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (1/6), yang menewaskan satu anggota polisi itu, diduga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya