Minggu 03 Mei 2020, 17:54 WIB

Kementan Perpanjang Pemberkasan Calon Mahasiswa Baru Politeknik

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Perpanjang Pemberkasan Calon Mahasiswa Baru Politeknik

DOK KEMENTAN

 

Kabar baik untuk seluruh generasi milenial yang ingin bergabung untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah vokasi di bawah Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan  melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperpanjang batas waktu pemberkasan calon mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) tahun akademik 2020/2021. Semula ditetapkan 1 Mei 2020 diperpanjang menjadi 14 Mei 2020.

Hal yang mendasari perpanjangan waktu ini karena pandemi Covid-19 yang berimbas pada seluruh sektor tak terkecuali aktivitas calon mahasiswa dalam melengkapi dokumen sebagai syarat pendaftaran mahasiswa baru. Kepala Pusat Pendidikan, Idha Widi Arsanti selalu penanggung jawab penerimaan mahasiswa baru (PMB) mengharapkan dengan adanya kelonggaran dengan memperpanjang waktu pemberkasan dapat mempermudah calon mahasiswa baru dalam melengkapi berkas administrasinya. "Calon mahasiswa dapat menggunakan surat keterangan lulus apabila ijazah belum dikeluarkan oleh sekolah asal," jelas Santi.

Perpanjangan waktu pemberkasan turut berimbas pada mundurnya pengumuman hasil seleksi administrasi jalur umum dan kerja sama. Dari semula yang ditetapkan 14 Mei 2020 diundur menjadi 28 Mei 2020. Hal ini berlaku untuk seluruh politeknik yang meliputi Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan, Gowa, Polbangtan Mnaokwari, dan PEPI di Serpong.

Kementan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh generasi milenial yang memenuhi kriteria untuk menempuh pendidikan vokasi di bidang pertanian. Dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi khususnya di lingkup Kementan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan empat faktor penentu keberhasilan pendidikan vokasi. Yakni karakter yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Kedua, kompetensi lulusan yang mampu berkerja sama dengan orang lain dan ketiga, memiliki sifat kritis, serta keempat berfikir kreatif untuk berinovasi melalui dunia digital.

Senada dengan SYL, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa pendidikan vokasi yang dilakukan Kementan untuk menghasilkan sarjana terapan kualifikasi job seeker dan job creator. "Pengakuan atas kompetensi petani milenial dan penumbuhan kemandirian pengusaha muda pertanian melalui inkubasi bisnis di Polbangtan sebagai pilot project dan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri atau DuDi," ujar Dedi. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

Kemendesa PDTT Terima 500 Aduan Terkait BLT Dana Desa

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:26 WIB
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah menerima 500 aduan terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa...
MI/SUSANTO

Terdampak Covid-19, Pendapatan Perusahaan PR Anjlok Hingga 50%

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:14 WIB
Wabah covid-19 yang tengah melanda Indonesia beberapa bulan terakhir  telah memukul perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi dan...
MI/Heri Susetyo

Perubahan Pelunasan Utang Sukuk Garuda Diumumkan 10 Juni

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:58 WIB
Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Mitra Piranti mengungkapkan bahwa persetujuan perubahan kesepakatan utang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya