Minggu 03 Mei 2020, 16:19 WIB

Gempa Tektonik M5,3 di Selat Sunda, tidak Berpotensi Tsunami

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Gempa Tektonik M5,3 di Selat Sunda, tidak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi
Gempa bumi

 

PUSAT Gempabumi dan Tsunami BMKG melaporkan adanya Gempa tektonik 5,3 skala ricter menguncang Wilayah Selat Sunda sekira pukul 14.06 WIB Minggu (3/5).

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo M=5,3 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi M=5,0.

Kepala Pusat Gempabumi Dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.37 LS dan 104.63 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 kilometer arah Selatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada kedalaman 62 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktifitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia," kata Rahmat dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5).

Baca juga :Akhirnya Kota Palembang Ajukan PSBB ke Kemenkes

Menurutnya, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme sesar naik ( thrust fault ).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Kotaagung dan Punduk Pidada III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Panimbang, Binuangeun, Malingping II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Bandar Lampung, Munjul, Cijaku, Natar II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), Liwa I-II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," sebutnya.

Hasil monitoring BMKG, sekira pukul 15.00 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Meskipun demikian, ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pungkasnya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pembukaan Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Penerapan New Normal

👤Anisa Putri Yuliani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:55 WIB
Masing-masing komunitas agama perlu membuat semacam prosedur operasional standar (SOP) rumah ibadah dan protokol-protokol yang...
DOK KEMENTAN

Pandemi Korona Kinerja Sektor Pertanian Cemerlang

👤S1-25 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:54 WIB
Kementan melakukan upaya untuk menjamin ketersediaan bahan pangan dengan hadirnya Toko Mitra Tani di setiap provinsi. Kemudian menggandeng...
Medcom.id/Surya Perkasa

Izinkan Masjid Buka Pasca-PSBB

👤Che/Put/X-7 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:41 WIB
DMI saat ini telah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan agar jemaah bisa aman ketika beribadah di masjid. Kita minta supaya jaga jarak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya