Minggu 03 Mei 2020, 14:44 WIB

Masyarakat Keluhkan Tagihan Listrik Maret-April Melonjak

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Masyarakat Keluhkan Tagihan Listrik Maret-April Melonjak

Ilustrasi
Tagihan listrik melonjak

 

MASYARAKAT keluhkan tagihan listrik Maret-April melonjak dari rata-rata tiap bulannya, padahal penggunaan listrik normal tidak ada tambahan meskipun diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

‘’Iya betul tagihan listrik saya naik dari biasanya, padahal saya pakai normal. Biasanya tagihan sebelumnya rata-rata Rp500 ribu, tagihan April menjadi Rp700 ribu. Saya sudah WA ke petugas PLN tapi tidak ada jawaban,’’ ujar  warga Desa Kalisuren, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Sri Ambar Wahyuni, Minggu (3/5).

Memang, paparnya, sejak pandemi covid-19 sudah tidak ada lagi petugas yang melakukan pencatatan meteran. Pelanggan listrik diminta untuk melakukan pencatatan meteran mandiri sesuai zona.

‘’Menurut saya soal itu PLN tidak professional, tidak boleh dong dengan alasan wabah covid kemudian justru meminta para pelanggan untuk self service terkait dengan tagihan penggunaan listrik. PLN kan punya tim covid, saya sering lihat mobil PLN bertuliskan Tim Covid-19 PLN berseliweran,’’ kata Sri.

Lagian, tambahnya, petugas PLN saat melakukan pencatatan meteran tidak bersentuhan dengan orang di lokasi meteran, sehingga tidak beralasan untuk tidak ada petugas yang mencatat meteran ke rumah pelanggan secara normal.

Parahnya lagi, ungkap Sri, wilayah tempat tinggalnya kerap mati lampu, entah apa penyebabnya. Bahkan beberapa kali mati lampu pas mau buka puasa.

‘’Sering kali ujuk-ujuk mati lampu tanpa jelas penyebabnya, tapi kalau terjadi hujan lebih sering lagi mati lampu,’’ tegasnya.

Dia mengakui, memang pernah ada pemberitahuan dari PLN Sawangan akan ada pemadaman listrik karena ada perbaikan. Namun belakangan pemadaman terjadi tanpa alasan dan belum dengar ada permohonan maaf lewat media atau secara langsung yang dilakukan pihak PLN jika listrik mati.

Sementara itu, Executive Vice President Corporate Communcation and CSR PLN, I Made Suprateka, membantah adanya kenaikan tarif listrik karena tarif listrik tidak pernah naik sejak 2017 lalu.

"Kalau masyarakat mengeluh tagihan listrik naik karena ada kenaikan tarif listrik itu salah, karena Tarif listrik sejak Januari 2017 tidak pernah naik," kata I Made saat dikonfirmasi, Minggu (5/3).

Menurutnya mahalnya tarif listrik karena konsumsi listrik yang juga ikut meningkat karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mengharuskan masyarakat melakukan aktivitas di rumah.

"Mungkin sekarang ada peningkatan penggunaan listrik atau peningkatan konsumsi listrik sehingga jumlah tagihan meningkat juga," jelasnya.

Dirinya juga memahami akibat dari pandemi ini penggunaan listrik yang lebih banyak dari biasanya.

“Kami memahami di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah. Peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktifitas di rumah," pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

Mentan SYL: Ketahanan Pangan Kunci Gerakkan Ekonomi

👤Reza Sunarya 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 21:25 WIB
SEKTOR pertanian menjadi solusi nyata terhadap dampak yang diakibatkan pandemi covid 19, terutama dengan melemahnya ekonomi...
DOK KEMENTAN

Wagub: Siap Dukung Mentan Jadikan Jabar Penyangga Pangan Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 20:15 WIB
Wagub yang sering dipanggil Kang Uu mengatakan bahwa dalam meningkatkan ekonomi, masyarakat dapat melakukannya lewat pertanian. Karena itu...
DOK KEMENTAN

Komisi IV Dukung Perbaikan Irigasi Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 19:21 WIB
Dedi mengatakan, pemerintah saat ini sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp18,44 triliun untuk program padat karya yang diselenggarakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya