Minggu 03 Mei 2020, 14:40 WIB

Akhirnya Kota Palembang Ajukan PSBB ke Kemenkes

Dwi Apriani | Nusantara
Akhirnya Kota Palembang Ajukan PSBB ke Kemenkes

Ant/Fauzan
Spanduk penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Raya. Kota Palembang pun akan menerapkan PSBB.

 

SETELAH tarik ulur dalam mengajukan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), akhirnya Kota Palembang menyerah. Mengingat kasus positif Covid-19 di Kota Palembang meningkat terus, tercatat hingga 2 Mei 2020 sudah ada 90 kasus positif Covid-19.

Wali kota Palembang Harnojoyo akhirnya menyetujui daerahnya memberlakukan kebijakan PSBB, dan sudah siap untuk melaksanakannya. Dijelaskan Sekertaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa, kajian kelayakan penerapan PSBB di Palembang sudah dilakukan.

"Selama ini kita masih berlakukan instruksi Wali kota Palembang. Tapi kemarin, telah ditandatangani Wali kota Palembang untuk pengajuan PSBB," jelas Ratu, Minggu (3/5)

Menurut Ratu Dewa, banyak pertimbangan sehingga belum diajukanya PSBB sejak 20 April lalu. Salah satunya soal sebaran yang belum merata di Palembang. "Kalau dari sisi peta, sebaran ini baru di 16 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Palembang. Terus juga harus disertai peta sebaran dan kurun
waktu sebarannya," kata Ratu Dewa.

Melihat sebaran kasus transmisi lokal yang terjadi saat ini, Pemkot menilai Palembang sudah layak menerapkan PSBB. Mengingat seluruh kajian, analisis dan data-data telah terpenuhi.

"Semua sudah siap sebagai lampiran dari usulan ke Menkes melalui Gubernur. Jadi Senin (4/5) akan saya bawa langsung ke Pemprov Sumsel," katanya.

Baca Juga: Tidak Penuhi Kriteria, Palangkaraya belum Bisa Terapkan PSBB

Terkait dengan kesiapan penerapan PSBB, Pemkot Palembang dipastikan sudah siap. Seluruh personil dan tim sudah melakukan peninjauan titik-titik yang nantinya bakal jadi akses keluar masuk penerapan PSBB. Sebelumnya, pengajuan rekomendasi untuk penerapan PSBB dikabarkan diajukan oleh Wali kota Palembang pada 20 April kemarin. Namun karena persyaratan masih kurang, pengajua ditunda dan baru disetujui Sabtu (2/5) .

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, membenarkan belum adanya pengajuan PSBB yang diterima hingga saat ini. Menurutnya, hal itu karena Bupati maupun Wali kota berpikir ulang untuk menerapkan PSBB. "Jadi mereka menilai selama masih efektif dengan surat dari Bupati atau Walikota-nya, ya silahkan saja. Memang jika mengajukan PSBB mereka harus tahu konsekuensinya," kata dia.

Menurutnya, PSBB bukan hanya sekedar sebuah singkatan semata, melainkan ada konsekuensi besar yang harus ditanggung daerah yang menerapkan kebijakan itu. Sebab mereka harus menghentikan sekian banyak kegiatan dan identik membuat karyawan tidak bekerja.

"Info yang saya terima baru Palembang dan Prabumulih. Tapi Palembang memutuskan melakukan kajian ulang kembali, sementara Prabumulih saya belum bertemu dengan wali kotanya," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga: Kota Semarang Ajukan PSBB, Pemprov Jateng masih Pertimbangkan

Baca Juga: Pelanggar PSBB Berhadapan dengan Hukum

Baca Juga

MI/Ramdani

Pengumuman Kelulusan dan Kenaikan Kelas di Sumenep Lewat WhatsApp

👤Mohammad Ghozi 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:26 WIB
"Karena berada pada masa belajar di rumah, pengumuman kelulusan SD dan SMP akan disampaikan melalui pesan berantai maupun grup...
ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Sidoarjo akan Gunakan Mal Pelayanan Publik untuk Tempat Isolasi

👤Heri Susetyo 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:57 WIB
"Kita akan gunakan lantai atas MPP untuk tempat isolasi dan perawatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf...
Ilustrasi

Pelaku Penyerangan Polsek, Diduga Simpatisan ISIS

👤Yona Hukmana 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:55 WIB
Pelaku penyerangan Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (1/6), yang menewaskan satu anggota polisi itu, diduga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya