Minggu 03 Mei 2020, 07:42 WIB

Waktu Sempit Penyebab Penyaluran Bansos DKI Amburadul

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Waktu Sempit Penyebab Penyaluran Bansos DKI Amburadul

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020).

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui pembagian bantuan sosial di Jakarta pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 1 bermasalah. Anies mengungkapkan waktu persiapan yang sempit dari mulai pengumpulan data hingga distribusi menjadi penyebab penyaluran bansos bermasalah. Ia menuturkan harus segera menetapkan PSBB untuk mencegah penyebaran korona. Dengan demikian, bansos pun harus segera didistribusikan. PSBB tahap 1 di Jakarta dilaksanakan pada 10 April hingga 23 April.

Penetapan PSBB Jakarta lebih cepat daripada rencana pemerintah pusat yang baru bisa mendistribusikan bansos pada 20 April. Anies pun berupaya mengisi kekosongan bansos dari pemerintah pusat dengan mendistribusikan bansos berasal dari APBD DKI berupa paket sembako senilai Rp149ribu dilakukan pada 9-24 April kepada 1,2 juta KK.

"PSBB-nya sudah mulai, sementara bantuan dari pusat baru mulai tanggal 20 April. Di situlah kenapa kemudian DKI memberikan bantuan. Untuk mengisi kekosongan waktu itu. Nah, program itu dilakukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, diputuskan langsung dilaksanakan," kata Anies di Jakarta, Sabtu (2/5).

Imbasnya, 1,6% bansos tidak tepat sasaran. Penerimanya ada yang warga mampu, sudah pindah domisili, hingga tercatat sudah meninggal dunia.

"Ada 1,6% yang di situ ketemu orang yang ternyata berlebih, orang yang sudah meninggal, orang yang sudah pindah," tuturnya.

baca juga: Jakarta Utara Siapkan Kampung Merdeka Dari Covid-19

Ia pun memastikan saat ini sedang memperbaiki data penerima bansos untuk penyaluran selanjutnya. Sebab saat ini PSBB diperpanjang hingga 22 Mei. Sementara itu, saat ini Pemprov DKI menyetop penyaluran bansos hingga perbaikan data selesai. Di sisi lain, bansos dari pemerintah pusat telah digelontorkan.

"Program yang dilakukan saat ini itu oleh Kemensos diberikan tiap 2 minggu. Ini sekarang sedang berjalan. itu dikelolah oleh Kemensos," ujarnya. (OL-3)


 

Baca Juga

MI/Bary Fatahillah

Status PSBB Jakarta Belum Jelas, Warganet Riuh di Medsos

👤Imsi Nantika Jelita 🕔Rabu 03 Juni 2020, 22:23 WIB
Ketua II Gugus Tugas Covid-19 DKI Jakarta, Catur Laswanto meminta warga menunggu kabar resmi tersebut....
AFP

H-1 PSBB, 4.074 Perusahaan di DKI Masih Terapkan WFH

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:19 WIB
Sebanyak 4.074 perusahaan di DKI masih konsisten menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menjelang H-1 masa...
Antara

DPRD : DKI Bakal Terapkan PSBB Transisi Selama 1 Bulan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:33 WIB
Skema PSBB transisi selama satu bulan dirancang dengan monitoring dan evaluasi yang ketat dihampir tiap aktivitas warga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya