Minggu 03 Mei 2020, 05:11 WIB

Tocilizumab Diuji Klinis Untuk Pasien Covid-19 Pneumonia Berat

Siswantini Suryandari | Internasional
 Tocilizumab Diuji Klinis Untuk Pasien Covid-19 Pneumonia Berat

AFP/John MACDOUGALL
Seorang tenaga medis melakukan uji swab covid-19secara drive thru kepada pengendara mobil di Berlin, Jerman.

 

PERUSAHAAN farmasi Roche bekerja sama dengan Food & Drug Administraton (FDA) untuk memulai uji klinis fase III secara acak,  dengan menggunakan plasebo sebagai kontrol, terhadap evaluasi keamanan dan efikasi tocilizumab yang diberikan bersamaan dengan pengobatan standar bagi pasien pnemonia covid-19 yang berat. Pemberian obat ini berkolaborasi dengan Biomedical Advance Research and Development Authority (BARDA), bagian dari US Health and Human Services Office of the Assistant Secretary for Preparedness and Response (ASPR).

Dalam keterangan tertulis disebutkan bahwa uji klinis global tocilizumab yang pertama untuk covid-19 ni telah dilakukan perekrutan pasien di awal April dengan melibatkan 330 pasien di seluruh dunia.

Tujuan primer dan sekunder penelitian ini meliputi status klinis, kematian, serta variabel ventilasi mekanis dan intensive care unit (ICU).
"Kami menginisiasi uji klinis untuk mempelajari manfaat tocilizumab untuk penanganan pasien yang dirawat di rumah sakit dengan pneumonia covid-19 yang berat, sehingga kami dapat mengembangkan lebih baik peran potensial tocilizumab dalam memerangi penyakit ini," ujar Levi Garraway, M.D., Ph.D., Chief Medical Officer and Head of Global Product Development Roche dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5).

"Dalam masa yang penuh ketidakpastian ini, pengumuman kami hari ini menjadi satu contoh penting bagaimana pihak industri dan pemerintah dapat bekerja sama dengan cepat untuk mengatasi pandemik covid-19. Dan kami akan membagikan hasil penelitian secepatnya."

Saat ini, ada beberapa penelitian independen yang menyelidiki efikasi dan keamanan tocilizumab untuk penangangan pasien dengan pneumonia covid-19. Tocilizumab telah disertakan dalam panduan ke-7 protokol diagnosis dan pengobatan covid-19 yang dikeluarkan oleh China’s National Health Commission (NHC) pada 3 Maret 2020.

Namun demikian, penelitan baru ini sangat penting karena penelitian sebelumnya belum terkontrol dengan baik, dan terbatasnya publikasi mengenai keamanan dan efikasi tocilizumab untuk kasus ini. Sebagai tambahan, saat ini tocilizumab belum disetujui penggunaannya untuk kasus covid-19 oleh otoritas kesehatan dimanapun, termasuk FDA. 

baca juga: Otoritas AS Izinkan Remdesivir untuk Pengobatan Covid-19

Dalam inisiasi penelitian ini, Roche mendapatkan persetujuan penggunaan darurat dari FDA untuk alat tes cobas® SARS-CoV-2 pada 13 Maret 2020, untuk mendeteksi virus penyebab infeksi covid-19. (OL-3)
 

Baca Juga

AFP

Partai Republik Khawatir Trump bakal Kalah di Pilpres AS

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 01:15 WIB
BEBERAPA petinggi Partai Republik mulai khawatir jelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November...
AFP

Ratusan Gajah di Botswana Ditemukan Mati Misterius

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 00:55 WIB
SELAMA dua bulan terakhir, ratusan gajah Afrika di Botswana ditemukan mati secara...
AFP

Rekor Kasus Covid-19 kembali Muncul di AS

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 00:35 WIB
AMERIKA Serikat kemarin kembali membukukan rekor 53.000 kasus baru virus korona dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya