Sabtu 02 Mei 2020, 22:26 WIB

Ini Tiga Tips Hindari Cabin Fever di Masa Pandemi Korona

Yoseph Pencawan | Humaniora
Ini Tiga Tips Hindari Cabin Fever di Masa Pandemi Korona

Antara
Sejumlah pasien di Klinik Keswara Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat, Cisarua, Jawa Barat.

 

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Sumatra Utara mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemunculan cabin fever.

Cabin fever merupakan istilah psikologi yang mengacu pada kondisi emosi atau perasaan sedih yang muncul akibat terlalu lama terisolasi di dalam rumah atau tempat tertentu selama pandemi virus korona atau covid-19.

"Tanpa penanganan yang tepat, gejala cabin fever akan sulit dikontrol," ujar Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah, Sabtu (2/5).

Baca juga: Koperasi dan UMKM Gelar Aksi Peduli Bersama Lawan Covid-19

Aris menjelaskan, ada beberapa gejala cabin fever yang umumnya terjadi, di antaranya kegelisahan, turunnya motivasi, mudah tersinggung dan mudah putus asa.

Baca juga: Pasien Positif Korona Jadi 10.843 Orang, Sembuh 1.665

Gejala lainnya yakni sulit berkonsentrasi, tidur tidak teratur, sulit bangun dari tidur, lemah, lesu sulit percaya dengan orang lain, tidak sabaran serta merasa sedih dan depresi.

Namun, menurut Aris, ada kiat-kiat yang dapat dilakukan untuk mengatasi cabin fever.

Pertama, membawa dunia luar ke dalam rumah.

Seperti membuka jendela untuk menghirup udara luar, memberi makan hewan di luar rumah, termasuk burung dan kucing, serta menanam bunga yang bisa membawa wangi dunia luar ke dalam rumah.

Kedua, buatlah rutinitas yang bisa menjaga jadwal sehari-hari.

Misalnya tetaplah bangun pagi dan mandi di pagi hari supaya tubuh dan pikiran tetap terjaga. Kemudian bekerja di depan laptop layaknya sedang berada di kantor.

"Tapi ingatlah jam istirahat, jangan malah bekerja dari rumah membuat lupa dengan jam istirahat," kata Aris.

Ketiga, menjaga komunikasi.

Karena kekuatan komunikasi di tengah masa darurat covid-19 bisa membuat orang merasa tidak sendirian.

Berbicara dengan teman juga dianggap sebagai cara ampuh untuk mencari solusi dari segala masalah yang dihadapi dengan adanya internet dan teknologi.

"Dengan adanya internet, kita tetap bisa bertatap muka dan mengobrol dengan sahabat atau keluarga di luar kota. Kita juga perlu menjaga otak tetap sibuk agar bisa melawan rasa bosan dan kegelisahan akibat suasana yang mungkin dirasakan selama berdiam diri di rumah."

Hingga Sabtu (2/5), pasien positif korona di Sumut sebanyak 117 orang. Yang mana sebanyak 41 orang di antaranya sudah sembuh dan yang meninggal dunia berjumlah 13 orang. (X-15)

 

Baca Juga

Antara/Indiranto Eko Suwarso

Aplikasi Ini Sediakan Beasiswa dalam Try Out UTBK

👤Syarief Oebaidillah 🕔Jumat 05 Juni 2020, 23:24 WIB
Dalam Grand Try Out, Zenius bahkan menyediakan beasiswa bagi 100 calon mahasiswa dengan nilai tertinggi. Total beasiswa yang disediakan...
Ilustrasi

Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia Cenderung Meningkat

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:50 WIB
Pasien sembuh dari covid-19 cenderung semakin mengalami peningkatan, hari ini tercatat, ada penambahan 551 orang, sehingga totalnya menjadi...
Mi/Ramdani

Pandemi Covid-19 Jadi Pelajaran untuk Jaga Keseimbangan Alam

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:02 WIB
"Kansentrasi N02 secara global menurun hamplr 30%, stasiun pemantauan kualitas udara KLHK mencatat penurunan konsentrasi PM 2,5 yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya