Sabtu 02 Mei 2020, 07:40 WIB

Memburu Pemudik di Jalan dan Medsos

TRI SUBARKAH | Megapolitan
Memburu Pemudik di Jalan dan Medsos

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Petugas gabungan memeriksa kendaraan pribadi yang baru keluar dari pintu tol Serang Timur, di Serang, Banten.

 

KEPALA Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya melancarkan patroli di dunia maya, menyusul adanya temuan iklan mudik di Facebook. “Yang coba-coba bermain mudik apalagi yang menawarkan melalui media sosial untuk bisa meloloskan para pemudik ini, akan kita tindak tegas. Kita patroli di dunia maya. Kalau kita temukan, akan kita tindak, akan kita proses,” ujar Yusri di Jakarta, kemarin.

Selain patroli di dunia maya, Yusri juga mengatakan polisi akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dalam hal ini dinas perhubungan, untuk mencabut izin usaha travel.

Yusri mengatakan bahwa, Direktorat Lalu Lintas PMJ bersama Polres Kabupaten Bekasi berhasil menggagalkan dua mobil travel dengan total delapan penumpang di pos pengamanan terpadu Kedungwaringin.

Menurut Yusri travel tersebut memasang iklan di Facebook dengan janji dapat mengantarkan pemudik ke beberapa daerah di Jawa Tengah. “Mereka beriklan melalui Facebook dapat mengantarkan orang untuk mudik ke daerah-daerah tertentu di Jawa Tengah,” katanya.

Polisi juga mengetahui setiap penumpang dikenai biaya antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Pihak kepolisian menjerat kedua sopir dengan Pasal 308 UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Secara terpisah, Polda Jabar menangkap seorang sopir travel yang memasarkan jasa mengantar pemudik via medsos. Ia tertangkap saat membawa pemudik dari Jakarta menuju Tasikmalaya. “Travel gelap ini sering memasang iklan di media sosial,” ujar Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Benyamin.

Benyamin mengatakan pengamanan terhadap travel gelap terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di pos check point Batunungku, Jawa Barat. Pengemudi mobil bernama Giri Waluya itu mengaku memasarkan jasanya di medsos dengan tarif Rp400 ribu dari Jakarta ke Tasikmalaya.

Kemarin, polisi kembali menemukan penyelundupan pemudik. Ada enam orang bersembunyi di dalam truk berwarna kuning. “Di Gerbang Tol Cikarang Barat telah diperiksa satu unit truk bernomor polisi G 1906 FR dengan pengemudi bernama Ferry Edi Irawan, mengangkut penumpang sebanyak enam orang. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (1/5) sekitar pukul 10.52 WIB,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Sambodo menjelaskan truk yang mengangkut enam penumpang tersebut akan menuju Brebes, Jawa Tengah. Mulanya, truk itu membawa bawang dari Brebes ke Pasar Cibitung, Kabupaten Bekasi. Namun, saat akan kembali ke Brebes, justru dimanfaatkan untuk menyelundupkan pemudik. “Untuk biaya (ongkos), nanti akan dibayar setelah di Brebes,” pungkas Sambodo.

Sambodo mengatakan polisi terus mempelajari dan mengantisipasi modus penyelundupan pemudik. Jalurjalur tikus juga diperketat dengan pengawasan yang dilakukan anggota polsek setempat. “Jalur-jalur tikus dan jalan-jalan tingkat kecamatan, kampung, yang memang menghubungkan antardua kabupaten, misalnya Bekasi dan Karawang, itu dijaga oleh polsek,” pungkas Sambodo. (Tri/Ykb/J-1)

Baca Juga

ANTARA/Risky Andrianto

8 Juni, Nikita Mirzani Hadapi Tuntutan Kasus Dugaan Penganiayaan

👤Astri Novaria 🕔Jumat 29 Mei 2020, 00:24 WIB
Dalam persidangan tersebut, Nikita membeberkan fakta mengapa penganiayaan yang dilaporkan oleh Dipo...
ANTARA

Satu Orang Penyebar Video Porno Mirip Syahrini Masih Dikejar

👤Astri Novaria 🕔Jumat 29 Mei 2020, 00:14 WIB
Atas dasar laporan tersebut penyidik Subdit Siber Polda Metro Jaya berhasil melacak pemilik akun Instagram tersebut yang berinisial M dan...
ANTARA/Fauzi Lamboka

Tabrakan dengan Trans-Jakarta, Sopir Bajaj Jadi Tersangka

👤Astri Novaria 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:42 WIB
Bus Trans-Jakarta melalui jalan utama dari halte ke arah Bintang Mas. Sementara, jalan yang dilalui pengemudi bajaj itu bukan jalan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya