Jumat 01 Mei 2020, 21:03 WIB

Kemenperin Usulkan Dua Skema Bantuan IKM Terdampak Covid-19

Hilda Julaika | Ekonomi
Kemenperin Usulkan Dua Skema Bantuan IKM Terdampak Covid-19

Antara
Seorang perempuan menjemur kedelai untuk bahan baku pembuatan susu kedelai di di Mataram, NTB, Rabu (15/4)

 

DIREKTUR Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih mengatakan di tengah merebaknya covid-19, persoalan yang dihadapi industri kecil dan menengah (IKM) adalah menurunnya tingkat konsumen. IKM cukup terpukul dengan penurunan permintaan hingga 90%.

Atas dasar ini, Kemenperin mengusulkan dua skema yang bisa membantu industri ini melalui insentif dengan dana total Rp26,9 triliun. Rinciannya adalah Rp22 triliun akan ditujukan khusus sebagai pinjaman pengadaan bahan baku dan Rp4,9 triliun untuk restrukturisasi kredit.

“Ditjen IKMA Kemenperin mengusulkan agar pelaku IKM terdampak covid-19 mendapat bantuan pinjaman lunak senilai total Rp26,9 triliun. Dana itu termasuk dalam anggaran pemerintah untuk penanganan covid-19 di sektor ekonomi sebesar Rp150 triliun. Anggaran tersebut rencananya akan digelontorkan pemerintah kepada UMKM melalui perbankan,” kata Gati melalui keterangan resmi, Jumat (1/5).

Nantinya, kedua skema itu diharapkan dapat diberikan kepada IKM tanpa beban bunga. Sementara itu, untuk skema pembayaran listrik, tunjangan hari raya, dan karyawan yang terdampak pemutusan hubungan kerja telah dibuatkan skema tersendiri oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selanjutnya, Kemenperin telah mengajukan sekitar 987 ribu pelaku IKM yang terdampak kepada Kemenko Perekonomian untuk mendapatkan bantuan melalui kartu prakerja. Selain kartu prakerja, Kemenperin juga akan menyiapkan berbagai pelatihan yang ditujukan kepada industri menengah sehingga mereka mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola usahanya.

“Kami sedang menyiapkan program pelatihan yang akan bekerjasama dengan sejumlah universitas yang ditujukan untuk industri menengah,” ungkap Gati.

Walaupun pelatihan ini berfokus pada sektor industri menengah, Gati mengungkapkan, manfaatnya juga akan dirasakan oleh pelaku industri kecil. Artinya, industri menengah akan menjadi trainer yang membantu atau bahkan bekerja sama dengan pelaku industri kecil untuk maju dan bangkit kembali.

“Industri kecil dan menengah memiliki keterkaitan. Apabila industri menengah membutuhkan bantuan untuk memenuhi pesanan, mereka bisa mendapatkan suplai dari industri kecil. Sehingga melalui program ini, pelaku industri menengah diarahkan menjadi trainer sekaligus membangun ekosistem industri,” paparnya. (E-3)

Baca Juga

 ANTARA/Puspa Perwitasari/foc.

Garuda Rumahkan Pilot Kontrak

👤HERYADI 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:15 WIB
MASKAPAI Garuda Indonesia memberlakukan penyelesaian lebih awal atas kontrak kerja pilot dalam status hubungan kerja waktu...
Istimewa

Tips agar Bisnis Berkelanjutan Dalam Pandemik Covid-19

👤Muhammad Fauzi 🕔Selasa 02 Juni 2020, 21:50 WIB
PANDEMIK Covid-19 membawa perubahan dalam bisnis kedepan. Khususnya dalam perilaku konsumen dan...
Dok Setpres

Presiden Bersyukur Perekonomian masih Bertumbuh

👤Nur Azizah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:42 WIB
Selain aktivitas perekonomian, tempat ibadah pun akan segera dibuka secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya