Jumat 01 Mei 2020, 20:45 WIB

Kedatangan 500 TKA Tiongkok Diklaim Kurangi PHK

Nur Azizah | Humaniora
Kedatangan 500 TKA Tiongkok Diklaim Kurangi PHK

MI/Halim Agil
Ilustrasi

 

RENCANA kedatangan tenaga kerja asing asal Tiongkok menuai polemik di masyarakat. Sebab, di tengah pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Indonesia, sejumlah perusahaan justru memperkerjakan tenaga kerja asing.

Namun, Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan Aris Wahyudi mengatakan kedatangan TKA justru untuk menyambung 'nyawa' perusahaan. Dengan begitu, akan semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang terserap.

"Justru kita berharap kalau perusahaan bisa beroperasi dengan baik, maka PHK bagi tenaga kerja lokal bisa dihindarkan," kata Aris, Jakarta, Jumat ( 1/5).

Aris mengatakan perusahaan tak bisa memperkerjakan tenaga lokal lantaran tidak sesuai bidang yang dikerjakan. 500 TKA itu rencananya akan bekerja di perusahaan smelter di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

"Di lapangan, sebagaimana statement Gubernur (Sulawesi Tenggara), masih ada yang tahap konstruksi, instalasi, dan komisioning peralatan yang complicated yang hanya orang mereka yang bisa. Orang kita konon tak akan bisa," jelasnya.

Ia mengatakan dengan beroperasinya perusahaan tersebut bisa menyerap 11 hingga 15 ribu pekerja di Sulawesi Tenggara. Sebaliknya, akan banyak pengangguran bila perusahaan tersebut tak beroperasi.

"Statement dari Gubernur, di sana 11-15 ribu tenaga kerja langsung maupun tak langsung. Apa yang akan terjadi kalau sampai perusahaan tutup atau tak beroperasi?" Ungkapnya

Namun ia memastikan tenaga kerja asing itu tak akan datang dalam waktu dekat. Apalagi, saat ini Indonesia telah menghentikan jalur transportasi udara.

"Tidak mungkin (datang dalam waktu dekat). Apalagi ada Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 tahun 2020 tentang pengendalian tranportasi," kata Aris.

Permenhub itu menghentikan sementara transportasi selama pandemi berakhir. Ini dilakukan guna memutus mata rantai penularan korona. Dalam aturan itu, larangan operasi transportasi darat hingga 31 Mei 2020, Kereta api hingga 15 Juni 2020, Laut sampai 8 Juni 2020, dan larangan transportasi udara sampai 1 Juni 2020.

Aris mengaku tak tahu kapan TKA itu akan tiba di Indonesia. Yang pasti, lanjut dia, setelah situasi Indonesia kondusif.

"Ditunda hingga situasi kondusif. Itu janji dari perusahaan," ucapnya  (OL-2)

 

Baca Juga

Antara

15 dari 36 Nakes Positif Covid di Bengkulu Sembuh

👤Marliansyah 🕔Jumat 05 Juni 2020, 15:50 WIB
SEBANYAK 15 dari 36 orang tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di rumah sakit rujukan covid-19 di Provinsi Bengkulu, telah dinyatakan...
Sekretariat Presiden

Terapkan Protokol Kesehatan, Jokowi Salat Jumat di Masjid Istana

👤Dhika Kusuma Winata/Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 05 Juni 2020, 15:32 WIB
Di sejumlah titik di sekitar lokasi masjid turut disediakan sarana cuci tangan baik menggunakan sabun maupun hand sanitizer dan tisu...
Ist

BPJAMSOSTEK Kebon Sirih Sumbang Masker dan Vitamin pada Pekerja

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Juni 2020, 15:17 WIB
BPJAMSOSTEK berkomitmen memberikan perlindungan kepada pekerja termasuk memberikan perlindungan pencegahan dini terhadap risiko...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya