Jumat 01 Mei 2020, 20:31 WIB

Sampah Mikroplastik Membanjiri Dasar Laut Mediterania

Bagus Pradana | Weekend
Sampah Mikroplastik Membanjiri Dasar Laut Mediterania

123RF
mikroplastik

Sebuah penelitian gabungan yang dilakukan University of Manchester, menemukan sekitar 1,9 juta keping plastik per meter persegi di areal cekungan Tyrrhenian, yang terletak di perbatasan antara Italia, Korsika dan Sardinia. Volume temuan itu merupakan yang terburuk hingga saat ini.

Kepingan-kepingan plastik ini kemungkinan besar berasal dari sampah tekstil, dan potongan-potongan kecil  material plastik yang telah rusak seiring waktu.

Investigasi tersebut semakin membuktikan bahwa polusi mikroplastik (lebih kecil dari 1mm) telah mengkontaminasi beberapa lokasi tertentu di dasar laut yang memiliki arus bawah laut yang kuat.

"Arus bawah laut yang kuat ini membangun apa yang disebut endapan melayang; seperti bukit pasir namun bawah air," jelas Dr Ian Kane, yang menjadi kepala tim peneliti sedimentologi University of Manchester.

"Panjangnya bisa puluhan kilometer dan tingginya ratusan meter. Ini adalah salah satu akumulasi sedimen terbesar di Bumi. Kontaminasi ini mengendap dalam endapan lumpur yang sangat halus," ungkap Dr Ian Kane seperi dilansir oleh bbc.com (30/4).

Mengenai limbah plastik ini, para peneliti dari University of Manchester ini bahkan mengemukakan hasil yang mengejutkan, mereka menemukan fakta bahwa ternyata konsentrasi sedimen mikroplastik paling tinggi justru terjadi di kawasan ngarai-ngarai laut dalam.

Melalui sebuah simulasi yang diberinama simulasi 'tangki air', para peneliti berusaha mendedah proses sedimentasi yang terjadi di ngarai-ngarai bawah laut yang menyebabkan kepingan-kepingan plastik ini terseret ke dasar ngarai.

"Longsoran yang terjadi di aliran bawah laut 'arus turbiditas' dapat mengangkut volume sedimen yang luar biasa besar, misalnya untuk jarak longsoran 100 kilometer di dasar laut," ungkap Dr Florian Pohl, peneliti tamu dari Durham University yang juga menggarap riset sedimentologi tersebut.

"Kami baru mulai memahami dari percobaan laboratorium baru-baru ini bagaimana proses sedimentasi di bawah laut ini ternyata mampu menyedot dan mengubur mikroplastik ini."

Selain ancaman kontaminasi plastik bawah laut yang terjadi di wilayah-wilayah dasar laut bertopografi ekstrem, para ilmuwan juga mengkhawatirkan potensi mikroplastik ini tertelan oleh biota-biota di laut, karena arus bawah laut ini juga berperan sebagai pemasok oksigen dan nutrisi bagi makhluk-makhluk laut dalam. (BBC/M-2)

 

Baca Juga

Unsplash/ Casey Horner

Cara teknologi Merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:00 WIB
Dengan kerjasama Google dan beragai lembaga telah hadir beragam teknologi untuk membantu pelestarian dan penyelamatan...
Unsplash/ Fausto Garcia

Tapak Kaki Sepupu T. Rex Ditemukan di Tiongkok

👤Galih Agus Saputra 🕔Jumat 05 Juni 2020, 09:15 WIB
Ada 46 jejak kaki Sinosauraus yang ditemukan di Taman Nasional Geleshan, Chongqing,...
AFP/HECTOR RETAMAL

Ilmuwan Denmark Kembangkan Robot untuk Lakukan Tes Swab

👤Adiyanto 🕔Kamis 04 Juni 2020, 19:29 WIB
Robot itu beroperasi dengan kecerdasan buatan dan dilengkapi kamera untuk menemukan bagian tenggorokan yang tepat, serta diprogram untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya