Jumat 01 Mei 2020, 19:43 WIB

ILO Prihatin Nasib Buruh di Indonesia

Antara | Humaniora
ILO Prihatin Nasib Buruh di Indonesia

Antara
Ilustrasi ribuan karyawan di pabrik besar di Cianjur, Jawa Barat.

 

ORGANISASI Buruh Internasional (International Labour Organisation/ILO) menyampaikan keprihatinan atas nasib buruh di Indonesia di tengah wabah Covid-19 yang menyebabkan banyak pengangguran. "Wabah ini banyak berdampak kepada dunia kerja," kata Senior Program Officer ILO Lusiani Julia, Jumat (1/5).

Ia mengatakan wabah Covid-19 telah membuat hampir sekitar 3 juta pekerja, baik dari sektor formal dan informal, kehilangan pekerjaan atau terancam kehilangan pekerjaan mereka. "Mungkin (juga akan) terjadi gelombang PHK yang cukup besar dan cukup masif," katanya.

Ia memahami bahwa wabah Covid-19 yang telah melumpuhkan perekonomian Indonesia dan dunia juga memberikan imbas yang besar dan sangat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk membayar para pekerja.

Namun, di sisi lain ia juga sangat menyayangkan jika pekerja dibuat tidak aman untuk menerima pembayaran upah mereka.

Oleh karena itu, ia berharap pembayaran upah kepada pekerja harus tetap dibayarkan secara adil. "Dalam arti, hasil kerja yang mungkin sudah terjadi, sebelum terjadi pandemi harusnya dibayarkan seperti biasanya. Sementara untuk upah yang dibayarkan setelah terjadinya pandemi ini harus ada kesepakatan yang adil antara pekerja dan pengusahanya," kata dia.

Sementara itu, keprihatinan lain yang katanya tidak kalah penting adalah terkait dengan kesehatan dan keselamatan pekerja.

Ia melihat sampai saat ini tidak semua perusahaan memiliki aksi yang cepat dan tanggap terhadap upaya mengendalikan penyebaran wabah Covid-19. "Banyak perusahaan yang mungkin masih santai atau rileks terhadap isu kesehatan di tempat kerja. Jadi belum terlalu melindungi pekerja," katanya.

Oleh karena itu, di Hari Buruh yang diperingati di tengah wabah Covid-19 tahun ini, ia berharap ada peningkatan upaya dari perusahaan dan pemerintah untuk melindungi para pekerja.

Ia juga mengharapkan ada komunikasi yang lebih baik antara perusahaan dan pekerja sehingga mampu menemukan solusi kesepakatan yang dapat dipahami bersama, baik pengusaha maupun para pekerjanya. (OL-12)

Baca Juga

ANTARA/Luqman H

Soal Normal Baru, Muhammadiyah Minta 5 Hal Ini Dikaji Pemerintah

👤Astri Novaria 🕔Jumat 29 Mei 2020, 00:36 WIB
Laporan BNPB menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 masih belum dapat diatasi. Tetapi Pemerintah justru mulai mewacanakan 'new...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

SMAN 112 Jakarta Siapkan Kuota 5 Persen untuk Anak Tenaga Medis

👤Astri Novaria 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:58 WIB
SMA favorit di Jakarta Barat tersebut memberikan kuota penerimaan untuk anak-anak tenaga medis yang menangani Covid-19 sebanyak 5% dalam...
Dok. UI

UI dan Adaro Siap Salurkan 100 Unit Ventilator COVENT-20 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Mei 2020, 22:51 WIB
Seratus Ventilator COVENT-20 tersebut akan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan sebagai bentuk sumbangsih UI dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya