Jumat 01 Mei 2020, 17:02 WIB

Nasdem DKI Tolak Sekolah Jadi Tempat Karantina Pasien Covid-19

Selamat Saragih | Megapolitan
Nasdem DKI Tolak Sekolah Jadi Tempat Karantina Pasien Covid-19

MI/ANDRI WIDIYANTO
Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino

 

FRAKSI Nasdem DPRD DKI Jakarta menolak usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tentang rencana sekolah dijadikan sebagai tempat karantina pasien terinfeksi virus corona (Covid-19). Rencana Pemprov DKI itu justru akan menimbulkan traumatis tersendiri.

Apalagi letak sekolah itu relatif dekat dengan lingkungan warga pasti menjadi polemik, ketakutan tersendiri bagi warga sekitar terutama para remaja dan anak-anak.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menyatakan hal itu terkait dengan rencana Pemprov DKI Jakarta akan memanfaatkan sekolah menjadi tempat isolasi pasien corona (Covid-19) untuk sementara. Covid-19 tercatat sekarang virus pencabut nyawa dan pembawa maut yang menakutkan bagi seluruh dunia, khususnya Indonesia.

Wibi dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (1/5), menyebutkan, positif Covid-19 di Jakarta terus meningkat bukannya menurun. Bahkan sekarang sudah menembus angka sebanyak 2.902 kasus.

Lebih ironis lagi ternyata terbanyak terpapar virus corona adalah warga Kelurahan Petamburan, Jakarta Barat.

Menurut Wibi, keresahan masyarakat tertular Covid-19 akan meningkat, jika sekolah dijadikan tempat isolasi. Pasalnya, tidak ada sekolah yang berjauhan dengan permukiman.

"Kita meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencari tempat lain, masih banyak gedung lain di Jakarta untuk mengisolasi pasien corona. Syaratnya, fasilitas itu harus jauh dari masyarakat," tegas Wibi.

Catatan lebih memprihatinkan lagi yakni terdapat sebanyak 36 mahasiswa Bethel positif Covid-19 dievakuasi ke RS Darurat Wisma Atlet

Dia mengeritik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mestinya jangan hanya memikirkan pasien terinfeksi virus corona 9saja. Tapi perlu juga psikologi masyarakat pun perlu diperhatikan.

Pemprov DKI, kata dia, harus mempelajari cara negara lain melakukan langkah serupa. Pembelajaran itu diperlukan untuk mengatur strategi penanganan virus corona di Jakarta.

"Harusnya kajian dan pencarian akan lokasi yang tepat untuk orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan pasien positif tapi belum ada tanda-tanda terkena Covid-19. Ini jauh lebih bijak dan mengayomi warga Ibu Kota," ujar Wibi. (OL-4)

Baca Juga

Ant/Dhemas Reviyanto

72 Pendatang Tanpa SIKM DKI Dikarantina di GOR Pulogadung

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 05 Juni 2020, 16:35 WIB
SEBANYAK 72 orang pendatang tanpa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta terjaring di check point perbatasan wilayah Ibu Kota. Mereka...
Dok MI

Ombudsman Nilai Dinas Sosial Slow Response soal Bansos

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 05 Juni 2020, 16:20 WIB
Untuk itu, Ombudsman Jakarta meminta Pemprov bisa memberikan bansos yang lebih baik kepada warga selama masa transisi pembatasan sosial...
123rtf.com

Polisi Bekuk Geng Perampok Empat Minimarket

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 05 Juni 2020, 16:18 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan ada enam tersangka yang tergabung dalam kelompok...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya