Jumat 01 Mei 2020, 13:56 WIB

Dengan Vokasi, Kementan Lahirkan Petani Milenial Entrepreneurship

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dengan Vokasi, Kementan Lahirkan Petani Milenial Entrepreneurship

Istimewa/Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjadi pada seminar Indonesian Agriculture Forum 2020.

 

SAAT ini jumlah petani Indonesia lambat laun mengalami penurunan. Jika terus begitu, dalam 10 tahun yang mendatang, Indonesia akan mengalami krisis petani. Pasalnya, kini petani-petani di Indonesia umurnya sudah mendekati umur kurang produktif. 

Berdasarkan data saat ini kita memiliki 33,4 juta petani, 30,4 juta di antaranya atau sekitar 91% adalah petani berusia tua. Hanya 2,5 juta atau sekitar 9% yang merupakan petani milenial. 

Mengatasi masalah ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan percepatan regenerasi petani melalui program-program Kementan yang bertujuan untuk menumbuhkan petani pengusaha milenial dan melahirkan start-up pertanian. 

Salah satu upaya mempercepat regenerasi petani dilakukan melalui pendidikan vokasi pertanian di tujuh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbantan) di bawah Kementerian Pertanian. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan dalam Indonesian Agriculture Forum 2020 melalui video conference, Kamis (30/4) bahwa pendidikan vokasi mempunyai peran penting menghasilkan petani milenial berjiwa entrepreneur

“Pendidikan vokasi telah dituntun dengan era yang baru. Saat ini pendidikan vokasi menjadi jawaban karena sekarang tidak hanya mengajarkan keterampilan dalam pendekatan intelektual tetapi juga sekaligus menyatukan sistem intelektual dengan manajemen orientasi seperti lapangan, dan praktis”, ujar SYL sapaannya. 

Lebih lanjut, menurut SYL, selain keterampilan intelektual, dalam vokasi di era saat ini ada pendekatan kedua yang sangat penting untuk didapatkan generasi milenial yaitu pendekatan karakter yang berasal dari intuisi atas pengalamannya.

 “Pendidikan vokasi mampu menyatukan antara intelektual dengan karakter. Kekuatan karakter sangat penting karena akan membuatnya menjadi seorang yang kuat, mampu bertarung dan mampu mencari jalan keluar terhadap segala tantangan yang ada”, tambah SYL. 

Menurut SYL, kapasitas lain yang didapat dari vokasi adalah kompetensi. “Kompetensi yang dibutuhkan kompetensi yang mampu berkolaborasi, kerja sama dengan orang lain dan juga kritis baik pada dirinya, lingkungan maupun ketika menghadapi masalah, yang tidak diam saja menerima apa adanya," jelasnya.

"Namun tidak cukup dengan itu saja ada satu hal lagi yang kaum milenial harus punya yaitu kompetisi mampu bersaing dengan kreativitas dan memiliki jiwa entrepreneurship,” ujar SYL. 

Dengan semua pendekatan yang diberikan dari pendidikan vokasi ini SYL yakin pertanian Indonesia akan jauh lebih maju dari negara lainnya.

“Pertanian di Indonesia menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Sebab, sebagai negara tropis, pertanian Indonesia memiliki komoditas yang tidak dimiliki negara lain,” tegas Mentan Syahrul. 

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementan, Dedi Nursyamsi yang hadir sebagai salah satu narasumber pada Seminar ini menuturkan pembangunan SDM juga menjadi salah satu program prioritas Kementan.

Menurut Dedi, hal tersebut sejalan dengan pembangunan SDM yang menjadi visi misi Presiden. Ia menegaskan bahwa Kementan terus mendorong untuk melahirkan lebih banyak lagi petani melinial. 

“Kementan fokus mempercepat regenerasi petani ini, salah satunya melalui pendidikan vokasi. Dari pendidikan vokasi ini akan mendorong lahirnya petani milenial yang entrepreneurship,” ujar Dedi. 

Selain itu, Dedi juga menambahkan peran pendidikan vokasi sangat dibutuhkan dalam meregenerasi petani, khususnya untuk mencetak petani milenial.

“Kementan juga memiliki sejumlah politeknik pertanian yang bisa mencetak para alumni yang betul-betul job seeker maupun job creator. Sehingga nantinya diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan rekan-rekannya yang lain,” tambah Dedi. 

Tidak hanya itu, menurut Dedi, Kementan juga mendorong penciptaan petani milenial melalui sinergi berbagai pihak yang bersinergi dalam gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang dalam program tersebut terdapat peningkatan kapasitas SDM salah satunya bagi para petani milenial. (OL-09)

Baca Juga

ANTARA/IGGOY EL FITRA

Emas Turun US$16 karena Investor Ambil Untung 

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:31 WIB
Emas berada di bawah tekanan karena semua indeks ekuitas utama di seluruh dunia naik pada Selasa (2/6), meskipun indeks dolar AS...
 ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pd.

Hilirisasi Nikel dan Kobalt Jadi Andalan

👤MI 🕔Rabu 03 Juni 2020, 06:20 WIB
PEMERINTAH mengandalkan pengolahan nikel dan kobalt untuk menjadi barang tambang yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi Indonesia di...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Penduduk Miskin Bisa Bertambah 9,6 Juta

👤SURYANI WANDARI PUTRI 🕔Rabu 03 Juni 2020, 06:15 WIB
SENIOR Economist The World Bank Ralph van Doorn memproyeksikan penduduk miskin Indonesia akan meningkat 2,1% sampai 3,6% atau bertambah 5,6...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya