Jumat 01 Mei 2020, 12:49 WIB

Insan Pertanian Kalimantan Timur Siap Amankan Produksi Pangan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Insan Pertanian Kalimantan Timur Siap Amankan Produksi Pangan

Istimewa/Kementan
Petani dan penyuluh pertanian melakukan gerakan pengendalian untuk OPT Blas (Pyricularia oryzae).

 

WABAH ovid-19 melanda berbagai belahan dunia tidak terkecuali negara kita Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut menjadi dilema untuk masyarakat petani, karena mereka harus tetap bekerja di lahan budidayanya, tak terkecuali memantau dan menjaga tanaman dari ancaman OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan).

Sebab kunci keberhasilan pengendalian OPT ditentukan berbagai faktor antara lain pengamatan yang intensif, penggunaan teknologi pengendalian  spesifik lokasi, dilaksanakan dalam hamparan yang luas, serentak, terkoordinasi dengan  baik antar instansi/aparat terkait, dan peran aktif petani. 

Pada  April 2020, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) telah dilaksanakan gerakan pengendalian untuk OPT Blas (Pyricularia oryzae) oleh petani bersama-sama jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) serta jajaran UPT Peternakan dan Pertanian Keamatan Marang Kayu.  

Gerdal ini dilaksanakan di Kelompok Tani Sumur Batu Desa Sebuntal. Dari luas hamparan padi varietas Ciliwung yang diusahakan petani sebesar 25 ha, terdapat luas lahan yang terserang sekitar 7 ha dengan intensitas serangan sebesar 13% (sedang).

Luas lahan 7 ha tersebut kemudian dilakukan tindakan pengendalian. Saat ini kondisi tanaman berumur  72- 95 hst.  Petani dalam melaksanakan sistem budidaya yang di gunakan adalah tabela dengan menggunakan pipa. 

Ertha Dwi Prasetyani  Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ahli Madya dari UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Provinsi Kalimantan Timur menjelaskan,“Gerakan pengendalian (gerdal) dilakukan atas dua pertimbangan, yaitu terjadi serangan OPT yang tinggi dan petani atau masyarakat tidak mampu mengendalikannya lagi."

"Sehingga perlu dukungan dan bantuan pemerintah atau gerdal dilakukan diawal tanam untuk menekan populasi awal OPT endemis agar serangan OPT pada tanaman mendatang berada di level rendah, Tentunya seluruh jajaran pertanian di Kalimantan Timur selalu siap amankan pertanaman dan produksi pertanian dari setiap potensi serangan OPT,” lanjut Ertha.

Petugas POPT setempat Adrian Maulana mengungkapkan,“Saya menghimbau kepada para petani jika ada serangan hama atau penyakit tanaman langsung lapor ke petugas POPT sehingga bisa dilihat kondisi serangannya apakah ringan, sedang, berat atau puso dan dapat segera dilakukan tindakan pengendalian yang tepat. Dalam pengendalian OPT ini, petani dapat berkoordinasi dengan POPT dan PPL setempat.”

Di tempat terpisah, Edy Purnawan menyampaikan bahwa gerakan pengendalian merupakan upaya responsif dalam mengendalikan populasi OPT berdasarkan hasil pengamatan agroekosistem secara periodik.

“Apabila ditemukan serangan/populasi OPT di bawah ambang pengendalian dilakukan pengendalian menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH)/pestisida nabati”, ujar Edy.

Hal ini sesuai dengan arahan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi untuk tetap menerapkan prinsip pengendalian yang ramah lingkungan. "Dahulukan pengendalian yang aman bagi lingkungan dan apabila sudah di atas ambang pengendalian baru dapat digunakan pestisida kimia," ujar Suwandi.

Penggunaan pestisida pun harus dengan menerapkan prinsip enam tepat (6T) yaitu tepat sasaran, tepat jenis,tepat dosis dan konsentrasi, tepat cara, tepat waktu, dan tepat mutu.

“Segala upaya dalam pengamanan produksi pangan dan peningkatan produktivitas pertanian terus dilakukan. Kami terus berkoordinasi dengan jajaran pertanian di daerah untuk memastikan produksi pangan dan produktivitas pertanian tetap berjalan meski di tengah wabah Covid-19," lanjut Edy.

Hal tersebut sesuai harapan Mentan Syahrul Yasin Limpo untuk terus melakukan upaya maksimal untuk pengamanan produksi pangan dan peningkatan produktivitas pertanian. (OL-09)

Baca Juga

MI/Bary Fathahilah

KSPI: New Normal? PSBB Saja Banyak Tidak Patuh

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 02 Juni 2020, 19:11 WIB
Pemerintah diminta mengganti istilah new normal menjadi physical distancing yang terukur. Sebab, dinilai lebih mudah dipahami masyarakat...
DOK BUKOPIN

Mengenal Lebih Dekat KB Kookmin Bank

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Juni 2020, 19:09 WIB
Bank yang berbasis di Korea tersebut tercatat sebagai bank dengan pencapaian net income terbesar di Korea sepanjang tahun...
DOK KEMENTAN

Bupati Landak Dukung Demplot Padi 5 Varietas Unggul

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:46 WIB
Kehadiran kegiatan demplot varietas unggul bersertifikat pun berdampak nyata pada petani yakni bisa melihat secara langsung jenis padi yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya