Jumat 01 Mei 2020, 09:36 WIB

Efek Domino Terjadi Jika Garuda Tidak Disehatkan

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Efek Domino Terjadi Jika Garuda Tidak Disehatkan

Istimewa/DPR
Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus.

 

MASKAPAI Garuda Indonesia (GIA) dalam dunia penerbangan merupakan sebuah episentrum yang berdiri terhadap bisnis-bisnis lain di dalamnya. Namun perusahaan pelat merah ini telah bermasalah sejak lama dan seharusnya sudah menjadi upaya seluruh stakeholder untuk menyelamatkan bisnis ini, karena Garuda bagi negara sudah menyangkut kehormatan Bangsa Indonesia.

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus dalam rapat Komisi VI DPR RI dengan seluruh jajaran Direksi BUMN sektor transportasi secara virtual pada Rabu (29/4). Menurut Deddy, akan terjadi efek domino yang merugikan Indonesia secara masif apabila perusahaan ini tumbang.

“Garuda menjadi episentrum penerbangan dan terkait dengan banyak pihak, misalnya dari ground-handling, jasa pengiriman, bandar udara, penumpang dan sebagainya. Tetapi kan punya banyak masalah Garuda ini. Sebut saja cost mereka tinggi, biaya operasional, biaya sewa pesawat, overhead tinggi, biaya finansial juga tinggi sekali. Ini seluruhnya menjadi persoalan bagi kita semua,” tegas Deddy.

Terlebih soal utang sukuk bunga yang jatuh tempo pada Juni 2020 sebesar hampir 500 juta dolar AS. Menurut Deddy, Garuda harus segera mendapat suntikan paling tidak 100 juta dolar AS lebih besar dari total utang mereka tersebut. Jika hal tersebut tidak segera dilakukan, ia mengungkapkan sudah hampir pasti Garuda dikatakan kolaps dan akan berimbas pada bisnis di bawahnya.

“Oleh karena itu restrukturisasi yang menyeluruh dan mendalam itu tidak bisa dihindarkan, baik dari restrukturisasi operasi, kecukupan modal, model bisnis, dan pengaturan arus kasnya. Ini yang menurut saya sangat penting untuk dilakukan,” jelas politikus Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Deddy pun memberikan saran terkait langkah yang harus dilakukan Garuda untuk menyelamatkan perusahaannya. “Pertama, harus ada penyehatan dalam shiftshort term dan long term ya. Saya katakan 600 juta dolar AS itu harus dimiliki Garuda sampai akhir tahun supaya bisa beroperasi. Kemudian penyehatan operasi, dari mulai revisi bisnis model sampai penyediaan operasional dan cost,” terangnya.

Legislator dapil Kalimantan Utara itu meminta upaya tersebut segera dilakukan karena semua industri transportasi saat ini memang sedang tidak berdaya.

Ia juga mengapresiasi Menteri dan Wakil Menteri BUMN yang menaruh perhatian khusus pada kondisi perusahaan kebanggaan Indonesia ini, sehingga Garuda memiliki bargaining power yang kuat dalam upaya penyehatannya. (OL-09)

Baca Juga

MI/Rommy Pujianto

Kasasi Perkara Bupati Cianjur Nonaktif Ditolak MA

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:47 WIB
Permohonan kasasi diajukan pada 23 Maret 2020 itu diputus oleh Hakim Agung Agus Yunianto, Leopold Luhut Hutagalung serta Surya Jaya pada 20...
Ilustrasi

Kasus Covid-19 Belum Turun, Pilkada Desember Perlu Dikaji Ulang

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 28 Mei 2020, 22:16 WIB
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) pun mendorong semua pihak mengkaji ulang keputusan itu supaya tidak mengorbankan...
Ilustrasi

Kejagung Periksa 48 Saksi Kasus Hibah KONI

👤Siti Yona Hukmana 🕔Kamis 28 Mei 2020, 21:43 WIB
Kejagung memeriksa 48 saksi dari unsur pejabat dan staf Koni pusat. Pemeriksaan terkait kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya