Kamis 30 April 2020, 21:40 WIB

Si Putra Petir Melanglang ke Amerika

Irana Shalindra | Weekend
Si Putra Petir Melanglang ke Amerika

Instagram/GundalaOfficial
Sutradara Joko Anwar dan aktor Abimana Aryasatya saat syuting Gundala (2019).

Sancaka, alias Gundala, bakal melanglang ke Amerika Serikat. Itu lantaran Well Go USA telah mengakuisisi distribusi film
Gundala, film pertama dari rencana jagat raya sinematik pahlawan super Indonesia oleh Bumilangit. 
 
Film superhero Indonesia Gundala telah diambil untuk Amerika Utara oleh Well Go USA Entertainment. Film yang pertama kali mengundang atensi publik AS setelah ambil bagian di segmen Midnight Madness dalam Toronto International Film Festival akan dirilis pada 28 Juli. Premiere Entertainment Group, perusahaan penjualan, produksi, dan pembiayaan yang  berbasis di Los Angeles, yang menangani penjualan film di seluruh dunia, mengumumkan berita tersebut.
 
Film Gundala ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar dan diproduksi oleh Bismarka Kurniawan dan Wicky V. Olindo. Gundala adalah kisah pahlawan super yang dibintangi Abimana Aryasatya, bersama dengan Tara Basro, Bront Palarae dan Ario Bayu.
 
Film ini mengikuti Sancaka, seorang anak yatim piatu yang tumbuh di jalanan yang keras di Jakarta. Sepeninggal ayah dan ibunya, ia belajar untuk berjuang sendiri menggunakan seni bela diri sampai ia mendapatkan kekuatan supranatural setelah disambar petir.
 
Sebagai orang dewasa, Gundala menggunakan kekuatan petir yang baru ditemukannya untuk melawan Pengkor, bos mafia yang kejam. Pengkor mengendalikan pasukan pembunuh, terdiri dari sekumpulan yatim piatu yang ia rawat sehingga mereka bersumpah setia kepadanya.
 
Gundala adalah film pertama dari seri yang direncanakan. Bumilangit berharap untuk membuat Bumilangit Cinematic Universe bergaya Marvel dengan lebih dari 500 karakter buku komik untuk menciptakan dunia superhero yang saling berhubungan.
 
Kesepakatan distribusi di wilayah Amerika Utara dinegosiasikan oleh Elias Axume dan Carlos Rincon dari Premiere Entertainment atas nama pembuat film dan Doris Pfardrescher atas nama Well Go USA. (THR/M-2) 
 

Baca Juga

MI

Lautan Layar Hitam dan Kontroversi Tagar

👤Irana Shalindra 🕔Selasa 02 Juni 2020, 23:58 WIB
Publik diminta tidak memasang tagar #blacklivesmatter di unggahan layar hitam mereka di...
Unsplash

Paparan Cahaya Ponsel Berlebih Saat Malam Bisa Picu Depresi

👤Fathurrozak 🕔Selasa 02 Juni 2020, 19:10 WIB
Serangan depresi ini berlangsung selama tiga minggu setelah tikus yang menjadi hewan uji diberi paparan cahaya...
Instagram @changiairport

Mulai Hari Ini, Changi Bertahap Buka Transit

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:00 WIB
Maskapai penerbangan harus menyerahkan permohonan untuk jalur transfer di Bandara Changi ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya