Kamis 30 April 2020, 17:50 WIB

Batasi Warga Masuk Jakarta, DPRD: Bukan Anti Pendatang

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Batasi Warga Masuk Jakarta, DPRD: Bukan Anti Pendatang

MI/Bary Fathahilah
Pemudik di terminal Lebak Bulus

 

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mendukung rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membatasi pendatang serta warga yang akan ke Jakarta selama arus balik lebaran.

Kebijakan ini harus dilakukan untuk mencegah ledakan kasus covid-19 di Jakarta.

"Mengingat saat ini angka penyebaran covid-19 di DKI sudah menurun drastis. Pemerintah harus mempertahankan kondisi ini dengan mempersempit kemungkinan masyarakat masuk ke Jakarta. Niatnya tentu jelas baik, ingin menjaga kesehatan warga DKI Jakarta," ungkap Zita saat dihubungi, Kamis (30/4).

Politikus PAN itu menegaskan kebijakan itu dibuat bukan berarti Pemprov DKI anti dengan pendatang atau orang yang hendak urbanisasi mengadu nasib ke Jakarta.

Baca juga: Peringati May Day, Serikat Buruh Akan Sumbangkan APD

"Membatasi keluar masuk orang bukan anti transmigrasi, anti urbanisasi atau orang keluar masuk Jakarta. Tapi ini untuk mencegah korona wara wiri," tukasnya.

Ia menyebut pemerintah sudah kadung kecolongan. Karena dari data Kementerian Perhubungan ada 900 ribu warga yang mencuri start dengan mudik terlebih dulu sebelum terbitnya larangan resmi mulai 24 April lalu.

"Tapi saya ingin mengingatkan, ini bukannya anti transmigrasi atau anti orang keluar masuk Jakarta. Semua berhak. Namun, ini saat yang sensitif dan ketegasan pemerintah sangat dibutuhkan pada saat ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menelurkan kebijakan baru untuk membatasi warga yang sudah mudik dan hendak kembali ke Jakarta saat arus balik nanti.

Menurutnya hal tersebut harus dilakukan untuk menjaga warga dari infeksi virus korona. Kebijakan ini direncanakan Anies setelah berembuk dan mempertimbangkan dengan matang bersama para ahli epidemiologi.

"Sesudah lebaran kali ini kita akan pengetatan karena kita harus melindungi warga. Saya sampaikan kepada semua, bila Anda meninggalkan Jakarta, belum tentu Anda bisa pulang cepat ke Jakarta. Di tempat ini kita lakukan pembatasan atas mereka mudik karena keselamatan nomor satu. Bila merencanakan mudik. Pikirkan. Belum tentu bisa pulang cepat," tegasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Pengurusan SIKM Jakarta Dikeluhkan Masyarakat

👤MI 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:30 WIB
KEPALA Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta Benni Aguscandra tidak menampik banyaknya...
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Pengusaha Mal Berjanji Terapkan Jaga Jarak Fisik

👤MI 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:15 WIB
KETUA Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengungkapkan pengelola pusat belanja dan retailer telah...
Putri Yuliani

Ibu Kota belum Siap Hadapi Normal Baru

👤MI 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:05 WIB
SEMANGAT normal baru (new normal) yang demikian kuat berembus semakin menekan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar ikut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya