Kamis 30 April 2020, 17:53 WIB

Diduga Pakai Softlens, Novel Baswedan: Kalau Mau Dicolok Boleh

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Diduga Pakai Softlens, Novel Baswedan: Kalau Mau Dicolok Boleh

ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan

 

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan geram saat penasehat hukum terdakwa penyiram air keras menanyakan perihal kondisi mata kirinya. Penasehat hukum memastikan apakah mata kiri Novel memakai softlens.

"Saya pastikan itu bukan softlens dan mata saya dipegang tidak apa-apa. Cuma saya enggak mau pegang karena tangan saya enggak higienis. Dipegang tidak apa-apa, kalau Anda punya cotton bud mau dicolok boleh," kata Novel saat bersaksi untuk terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (30/4).

Baca juga: PPP Mengaku Belum Bahas soal Karier Politik Romahurmuziy

Rupanya perihal pertanyaan softlens itu membuat Novel tidak nyaman. Pertanyaan yang diajukan itu dinilai tidak memiliki empati terhadap kondisi korban dalam hal ini Novel.

"Karena kata-kata itu kurang lebih merendahkan seolah-olah dokter bohong, saya bohong. Karena saya merasa bahwa ini tidak ada suatu penghormatan dan tidak ada empati juga," ucap Novel.

Novel mengaku mengetahui ada oknum yang membuat cerita bahwa kondisi matanya menggunakan softlens. "Saya pastikan ini tidak bisa dilepas," ujar dia.

Ketua Majelis Hakim Djumyanto menengahi Novel dengan penasehat hukum terdakwa tersebut. Djumyanto meminta pertanyaan itu diganti.

"Artinya begini maksudnya penasehat hukum dalam konteks fakta hukum, tapi oleh karena saudara sudah merasa seperti itu, pertanyaan lain saja," ujar Djumyanto.

Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette didakwa melakukan penganiyaan berat kepada Novel Baswedan secara bersama-sama dan direncanakan. Perbuatan itu berupa menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) ke badan dan muka Novel pada Selasa, 11 April 2017.

Baca juga: Pekerja Terdampak Covid-19 Diberikan Relaksasi Iuran BPJS

Perbuatan Rahmat dan Ronny membuat Novel mengalami luka berat. Novel mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri. Luka itu berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.

Ronny dan Rahmat didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) atau 353 ayat (2) atau 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Medcom.id/OL-6)
 

Baca Juga

Antara

Bantah Edhy Prabowo, Eks Pimpinan KPK: Itu Bukan Kecelakaan

👤Henri Siagian 🕔Kamis 26 November 2020, 22:06 WIB
Selaku penyelenggara negara, sambung Laode, sudah sepatutnya berhati-hati dan menaati aturan dalam...
Antara

Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Suka Rizieq

👤Putra Ananda 🕔Kamis 26 November 2020, 21:39 WIB
Tingkat kesukaan masyarakat kepada Rizieq tertinggal jauh dibandingkan tokoh-tokoh lain seperti Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo hingga...
Antara

Triyono Martanto Jadi Calon Tunggal Hakim Agung

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 November 2020, 21:25 WIB
Menurutnya, calon dari unsur akademisi gagal lolos lantaran dinilai kurang menguasai teknis...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya