Kamis 30 April 2020, 13:15 WIB

Lince Rawi, Agen BRILink Wanita di Muara Wahau yang Menginspirasi

mediaindonesia.com | Ekonomi
Lince Rawi, Agen BRILink Wanita di Muara Wahau yang Menginspirasi

DOK BRI

 

Bagi sebagian orang, keterbatasan bukanlah sebuah penghalang untuk terus berkarya demi meraih kehidupan yang lebih baik serta menolong sesamanya yang membutuhkan di tengah pandemi corona virus disease (Covid-19).

Salah satu contoh nyata tersebut yakni kisah Lince Rawi, agen BRILink yang tinggal di daerah terpencil di Desa Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Dengan segala keterbatasan infrastruktur, tak menyurutkan niat Lince untuk membantu masyarakat di sekitarnya, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bertransaksi perbankan.

Lince yang memiliki usaha dagang sembako menjadi agen BRILink sejak 2019 untuk mendapatkan tambahan penghasilan memenuhi kebutuhan keluarga. BRILink merupakan perluasan layanan BRI, di mana BRI menjalin kerja sama dengan nasabahnya sebagai agen yang dapat melayani transaksi perbankan bagi masyarakat secara real time online menggunakan fitur EDC miniATM BRI dengan konsep sharing fee.

Baca Juga:  BRILink Bantu Masyarakat Akses layanan Bank

Keberadaan Lince sebagai agen dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di
daerah terpencil tersebut, yang mayoritas pekerja perusahaan perkebunan sawit. Dengan tekun dan sabar, Lince melayani transaksi keuangan para pekerja kebun dan orang-orang di sekitarnya.

“Alhamdulilah orang yang dari kebun kalau mau ke bank agak jauh. Jadi kalau mereka mau transfer ke tempat saya saja karena tidak punya fasilitas internet banking/mobile banking. Lokasi saya ini jauh dari bank. Sekarang saya transaksi pakai handphone saja,” ujar Lince di Muara Wahau, pada Selasa (21/04/2020).

Di tengah kesibukannya sebagai istri, ibu dari tiga anak dan berjualan sembako, Lince tidak pernah merasa lelah melayani masyarakat, termasuk menempuh perjalanan ke kantor BRI untuk melakukan penyetoran atau penarikan uang. Bahkan, tingginya transaksi dalam sehari membuat dia harus rela bolak balik ke kantor Bank BRI untuk menambah modal BRILink. Apabila kondisi tidak hujan, Lince menggunakan sepeda motor untuk menjangkau kantor Bank BRI yang berjarak 7 km dari rumahnya.

Baca Juga: BRI Sesuaikan Jam Layanan Cabang

"Modal saya terbatas, tapi kadang-kadang sehari tiga kali balik ke Bank BRI. Jadi kalau modal habis saya harus ke bank untuk melakukan penarikan," ujar Lince.

Di saat pandemi ini, sejak pagi hingga malam dia tetap melayani masyarakat yang ingin bertransaksi, mulai dari transfer uang, bayar tagihan PLN hingga setor tunai. Terlebih lagi bila memasuki periode gajian para pekerja kebun yakni sekitar tanggal 25 tiap bulan. Transaksi yang dilayani Lince kian ramai.

Banyak keunikan menjadi seorang Agen BRILink, terkadang ia harus menghadapi masyarakat yang memiliki sifat keras kepala dan kurang memahami literasi keuangan. Kondisi ini membuat Lince harus memberikan penjelasan dan edukasi lebih mendalam terkait proses transaksi.  "Kadang-kadang orang yang kurang ngerti, jadi saya harus jelaskan."

Perempuan berusia 35 tahun ini mengaku dalam sebulan dia bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp3 juta-Rp4 juta per bulan. Kendati di satu sisi, kebijakan pembatasan wilayah untuk mencegah penularan Covid-19 telah berdampak pada menurunnya jumlah orang yang melakukan transaksi keuangan melalui dirinya.

Baca Juga: BRI Bantu Cegah Penyebaran Covid-19

“Biasanya orang-orang dari kebun dan perusahaan daripada mereka ke bank atau ke ATM yang lokasinya jauh, mereka ke tempat saya saja. Sekarang karena pandemi banyak jalan ditutup, orang yang di luar atau yang di perusahaan sepertinya dibatasin kalau mau keluar.”

Namun Lince mengaku beruntung telah bergabung menjadi Agen BRILink, terlebih lagi pada masa sulit karena pandemi korona seperti sekarang ini. Dia merasa terbantu karena memperoleh tambahan penghasilan dari sharing fee transaksi sehingga mampu mencukupi kebutuhan keluarganya.

"Karena jadi agen BRILink ini saya jadi ada tambahan penghasilan. Saya sangat bersyukur jadi agen BRILink,” pungkasnya.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan dan keterbatasan, Lince memiliki semangat layaknya Kartini yang tak putus asa menyebarkan kebaikan membantu sesamanya dan membangun optimisme untuk hidup yang lebih baik. (RO/OL-10)

Baca Juga

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Airlangga: Respon Pasar Positif Setelah 9 Sektor Ekonomi Dibuka

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:20 WIB
Respons positif dari pasar terlihat dari nilai tukar rupiah yang terus menguat dan indeks harga saham gabungan yang naik mendekati...
DOK KEMENTAN

New Normal, Harapan Baru Masyarakat Tani Pasca Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:07 WIB
Bagi rumah tangga produsen atau petani, kebijakan ini tentu disambut gempita lantaran ada asa baru produk-produk pertanian mereka bisa...
Istimewa

IPB Ingatkan Stok Pangan Nasional Mulai Menipis

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 09:36 WIB
Ketersediaan pangan khususnya beras nasional pada  Juni 2020 mulai menipis, yakni hanya 1,5 juta ton. Dan titik kritis terjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya