Kamis 30 April 2020, 11:58 WIB

Buah dan Sayur Hasil Petani Kaki Gunung Rinjani Diincar Dunia

mediaindonesia.com | Ekonomi
Buah dan Sayur Hasil Petani Kaki Gunung Rinjani Diincar Dunia

DOK KEMENTAN
Buah manggis siap ekspor.

 

Pandemi Covid-19 memberikan berkah sendiri bagi sektor hortikultura. Permintaan masyarakat akan buah maupun sayuran saat ini mengalami peningkatan yang cukup tajam. Tak terkecuali hasil produksi petani cabai di kaki Gunung Rinjani, Lombok, yang kini banyak diminati hingga mancanegara.

Bahkan masyarakat setempat, terutama yang kehilangan mata pencaharian banyak terbantu dengan meningkatnya permintaan ekspor cabai ke negara Jepang.

"Mereka kami berdayakan untuk bantu sortasi dan pemetikan pangkal cabai. Kami harus menyiapkan 8,4 ton cabai untuk dikirim ke Jepang," ujar Ketua Kelompok Tani setempat, Etty Suryaningsih melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/4).

Etty mengatakan, kendati tengah dilanda Pandemi Covid-19, permintaan ekspor cabai tetap stabil. “Minggu lalu kami juga baru mengirim 6 ton ke Jepang dalam bentuk beku melalui PT Surya Elok Sejahtera," tambah Etty.

Dirinya mengungkapkan bahwa warga amat bersemangat ketika dilibatkan membantu memenuhi permintaan mitra eksportir kelompok Putri Rinjani.

Etty sangat menekankan pentingnya kualitas kepada semua anggotanya. Sehingga produk mereka dikenal dan dicari oleh mitra eksportirnya. Bahkan, selain cabai, mutu manggis yang mereka kirim terkenal tidak pernah ditolak oleh Importir di negara tujuan.  

"Kami bersyukur pembeli dari negara seperti Tiongkok pernah langsung mencari ke sini," beber Etty. "Saya mengutamakan mutu, sehingga saya berharap mendapatkan harga yang pantas. Buyer yang menawar dengan harga rendah selalu saya tolak, karena petani harus mendapatkan hasil yang sepadan," lanjut Etty.

Selain cabai besar dan manggis, mereka juga memenuhi permintaan cabai merah keriting dan empon-empon untuk diekspor ke Eropa dan Jepang, serta gula aren ke Jepang.

Menanggapi hal tersebut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik, berbesar hati melihat apa yang diupayakan  Kementerian Pertanian berdampak positif pada pelaku usaha Hortikultura.

"Kita harus bisa menjaga kepercayaan yang sudah susah payah dibangun, terutama menjaga dan meningkatkan mutu produk agar ekspor bisa terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, meminta kepada semua jajarannya agar mendukung kegiatan kelompok tani Putri Rinjani. Utamanya agar dapat mendukung upaya gerakan tiga kali lipat ekspor (GraTiEks) produk hortikultura yang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Anton, panggilan akrab Dirjen Hortikultura, berharap kelompok tani lainnya memiliki semangat yang sama. “ Salah satunya mengutamakan mutu hasil produknya dengan menerapkan praktek budidaya yang baik dan benar," pungkasnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok. PTPP

PTPP Catatkan Laba Bersih Rp1,2 Triliun di 2019

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 05 Juni 2020, 22:34 WIB
Pembagian dividen tunai (dividend payout ratio) sebesar 22,5% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk setara...
ANTARA/Puspa Perwitasari

Gubernur BI Bantah Tudingan Dana Haji Dipakai Perkuat Rupiah

👤Antara 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:39 WIB
Perry Warjiyo menampik soal dana haji sebesar 600 juta dolar AS yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) digunakan untuk...
Antara

Fase Kenormalan Baru Bakal Menggerus Tenaga Kerja

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:25 WIB
JELANG memasuki fase new normal atau kenormalan baru korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang di rumahkan resah. Mereka kawatir...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya