Kamis 30 April 2020, 11:30 WIB

Hampir 1,2 Juta Nasabah Ajukan Restrukturisasi Kredit

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Hampir 1,2 Juta Nasabah Ajukan Restrukturisasi Kredit

Antara/Dhemas Revianto
Tumpukan uang tunai yang siap didistribusikan.

 


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa 65 bank telah memberikan keringanan kredit bagi debitur yang terdampak covid-19. 

Total nilai kredit mencapai Rp113,8 triliun yang berasal dari 561.950 debitur. Jumlah ini sudah termasuk restrukturisasi kredit UMKM sebesar Rp60,9 triliun dari 522.728 debitur.

"Sementara untuk perusahaan pembiayaan, sampai dengan 27 April, sebanyak 166 perusahaan telah menerima pengajuan permohonan keringanan debitur dengan jumlah kontrak restrukturisasi yang disetujui sebanyak 253.185 dengan nilai Rp13,2 triliun. Sementara 367.465 kontrak dengan nilai Rp25,36 triliun sedang dalam proses," ungkap Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo dilansir dari keterangan resmi, Kamis (30/4).

Bila dihitung berarti telah 1,182 juta debitur mengajukan restrukturisasi kredit dengan jumlah yang telah disetujui mencapai 815 ribu nasabah dengan total nilai Rp126,2 triliun. 

Lebih lanjut, OJK juga menyambut baik dan mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan kebijakan stimulus perekonomian lanjutan terkait pemberian subsidi bunga bagi debitur bank dan perusahaan pembiayaan.

"OJK dan Pemerintah akan menyiapkan ketentuan pelaksanaan program stimulus lanjutan ini," sambungnya.

Ketentuan kriteria debitur bank dan perusahaan pembiayaan yang berhak mendapatkan subsidi bunga Pemerintah antara lain:

1. Debitur dengan kolektibilitas 1 (lancar) dan kolektibilitas 2 (dalam perhatian khusus).

2. Target penerima manfaat debitur bank/perusahaan pembiayaan dengan:

a. Kredit produktif UMKM s.d. Rp10 miliar;

b. Kredit Kendaraan Bermotor (<Rp500 juta)

c. Kredit Pemilikan Rumah (Tipe 21,22 sd 70).

3. Subsidi bunga akan diberikan untuk 6 bulan (April-September 2020), dengan besaran subsidi sebagai berikut:

a) Suku bunga untuk kluster di bawah Rp500 juta sebesar 6%  untuk tiga bulan pertama dan 3% untuk tiga bulan kedua;

b) Suku bunga untuk kluster di atas Rp500 juta sampai dengan Rp10 miliar sebesar 3%  untuk tiga bulan pertama dan 2%  untuk 3 bulan kedua.

"OJK akan terus memantau dampak pandemi covid-19 terhadap perekonomian global dan domestik serta mengantisipasi melalui berbagai kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan menjaga perekonomian nasional," pungkas Anto. (E-1)

Baca Juga

MI/Ramdani

OJK Siapkan Protokol New Normal untuk Sektor Keuangan

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 05 Juni 2020, 16:51 WIB
OJK akan mengoptimalkan peran teknologi dalam proses bisnis sektor keuangan, lantaran dinilai menghadirkan...
ANTARA FOTO/Rahmad

BI: Nilai Tukar Rupiah Masih Berpotensi Menguat Lagi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 05 Juni 2020, 16:26 WIB
Nilai tukar rupiah untuk saat ini pukul 15.43 berada di angka Rp13.998 per USD. Menurut Perry menguatnya nilai rupiah saat ini disebabkan...
Ist

Ditunjuk Jadi Bank Kustodian, BRI Siap Sukseskan Program Tapera

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Juni 2020, 16:23 WIB
Tapera merupakan program pemerintah untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyelenggaraan tabungan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya