Kamis 30 April 2020, 10:02 WIB

Pasar Rakyat Dihidupkan Di Tengah Pandemik Korona

Alexander P Taum | Nusantara
Pasar Rakyat Dihidupkan Di Tengah Pandemik Korona

MI/Alex P Taum
Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur saat meninjau Pasar Balauring yang kembali dibuka untuk menghidupkan perekonomian.

 

SUDAH tiga bulan, Kabupaten Lembata, NTT menerapkan kebijakan social distancing maupun phsysical distancing. Sejumlah pasar tradisional yang menjadi pusat perekonomian rakyat kini sepi pembeli. Warga mulai terlilit utang. Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur pun ikut gelisah. Apalagi setelah pemerintah pusat menarik dana transfer daerah hampir Rp100 miliar. Namun Bupati Sunur tetap optimistis perekonomian rakyat tetap bisa menggeliat. Ia tetap mengizinkan pasar tradisional dibuka untuk menghidupkan perekonomian rakyat.

Selain membuka pasar, bupati juga mengingatkan pemerintah desa untuk memastikan seluruh warga mendapat bantuan langsung tunai (BLT). Demikian juga untuk warga perkotaan, dipastikan mendapatkan BLT. Ia juga mengharapkan pemerintah pusat tidak memberikan banyak syarat yang memberatkan bagi penerima BLT.

"Sekarang ini petani tidak bisa menjual sayur. Peternak ayam tidak bisa menjual ayam. Bagaimana mereka bisa menghidupi keluarga, apalagi ada yang harus sekolah. Maka tidak bisa tidak, aktivitas ekonomi harus kita buka. Tetapi syaratnya tolong bantu saya awasi pergerakan orangan masuk. Segera laporkan Satgas Covid-19 Kabupaten untuk diambil tindakan. Panyekatan selama 14 hari clear dari orang luar," ujar Bupati Sunur, Kamis (30/4).

Strategi penyekatan, clustering serta karantina pun dilaksanakan meski dalam kondisi serba terbatas. Pemkab memulangkan kapal yang diketahui membawa penumpang masuk Lembata ke daerah asal. Termasuk disiplin menjaga jarak. Saat ini ada 7 orang dalam pengawasan dan pasien dalam pengawasan yang dikarantina di Puskesmas Loweleba maupun ruang isolasi RSUD Lewoleba. Tujuh pasien ini masih menunggu hasil swab. 

baca juga: Pasar Pagi Salatiga Ditata Ulang Cegah Covid-19

"Saat ini kita mulai pada tahap pemulihan. Karena orang yang mau datang sudah stagnan. Adapun satu dua yang datang di jalur tikus itu kita pantau dan kita sudah klastering. Jadi sudah tidak perlu lagi ada kekahawatiran," ujarnya saat meninjau Pasar Balauring. (OL-3)

Baca Juga

MI/Arnold

Mulai 5 Juni ASN Bali Kerja Kembali Dalam Kenormalan Baru

👤Ruta Suryana/Arnoldus Dhae 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:25 WIB
GUBERNUR Bali Wayan Koster menyampaian kebijakan soal sistem kerja pegawai aparatur sipil negara (ASN) dalam tatanan kenormalan baru. Mulai...
MI/Dwi Apriani

Kemenag Sumsel: Pengembalian Uang Pelunasan Haji Hanya 9 Hari

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:16 WIB
Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat ada 198.765 jemaah haji reguler yang melunasi Bipih...
MI/Cikwan Suwandi

Jalur Alternatif di Karawang Hindari Penyekatan di Tol Japek

👤Cikwan Suwandi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:10 WIB
DALAM sepekan terakhir Jalan Badami-Loji dipadati kendaraan umum dan pribadi menuju Bekasi dan Jakarta. Jalur ini menjadi primadona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya