Kamis 30 April 2020, 09:35 WIB

Pandemi Korona, Penjualan Kendaraan Toyota Turun

(Ria/S-2) | Otomotif
Pandemi Korona, Penjualan Kendaraan Toyota Turun

ANTARA/IRSAN MULYADI

 

PT Toyota Astra Motor (TAM) memastikan penjualan kendaraan mengalami penurunan akibat pandemi korona baru (covid-19). Namun, ia belum bisa memastikan berapa penurunan penjualan kendaraan merek Toyota tersebut.

"Semua (merek) kendaraan mengarah pada penurunan jika dibandingkan dengan plan maupun (periode penjualan) tahun lalu," kata Direktur Marketing TAM, Anton Jimmi Suwandy, ketika diskusi dengan awak media melalui telekonferensi, kemarin. Penurunan itu disebabkan bencana pandemi covid-19 yang membuat pergerakan orang terbatas dan pemberlakuan PSBB, serta diikuti pengetatan kredit kendaraan yang dilakukan leasing sejak Maret. Pada masa pandemi covid-19, katanya, leasing yang sebelumnya memberlakukan pembayaran uang muka (down payment/DP) rata-rata 20%, kini menaikkan menjadi 30%. "Ada impact pada market otomotif," ujar Anton. Namun, ia tidak menjelaskan berapa angka penurunan penjualan kendaraan merek Toyota pada Maret dan April ini.

Ia menjelaskan Toyota Indonesia sudah memperkirakan akan terjadi penurunan penjualan. Karena itu, sejak akhir Maret lalu, pabrikan Toyota di Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), melakukan pemotongan produksi. Namun, pihaknya tetap optimistis market kendaraan Toyota walau mengalami penurunan penjualan tetap berjalan. "Kita pernah mengalami pasang surut, tetapi siapa yang bisa menyesuaikan dialah yang survive," katanya. Untuk tetap survive, PT TAM menggelar kampanye dengan tagar #Toyota Ada Untuk Anda.

Kampanye tersebut menghadirkan berbagai kemudahan dan keringanan kepemilikan kendaraan Toyota maupun perawatan kendaraan agar tetap prima. Anton mengungkapkan untuk memudahkan kepemilikan kendaraan Toyota, pihaknya menjalin kerja sama dengan Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial. Kedua, leasing yang berafi liasi dengan Toyota tersebut memberi kemudahaan kepemilikan kendaraan, antara lain DP sekitar 20%. Anton juga mengungkapkan pemberlakuan PSBB telah membuat konsumen maupun calon konsumen Toyota mengakses jalur digital milik Toyota untuk layanan servis, membeli, ataupun menanyakan produk. (Ria/S-2)

Baca Juga

Kazuhiro NOGI / AFP

Agar Bertahan saat Krisis, Pemerintah Prancis Sokong Renault

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:30 WIB
Dana itu digunakan Renault untuk bertahan setelah diterpa krisis penurunan penjualan dan dampak...
Antara

Fiat Chrysler Merinci Perusahaan Robotik Comau

👤Antara 🕔Selasa 02 Juni 2020, 22:51 WIB
Comau akan dipintal sesaat setelah FCA menyelesaikan merger dengan Peugeot PSA, dan sahamnya didistribusikan kepada pemegang saham grup...
Ilustrasi

Siapkan Mobil Anda untuk New Normal

👤Nurtjahyadi 🕔Senin 01 Juni 2020, 17:32 WIB
Sebelum mesin dinyalakan, pastikan ketinggian oli mesin berada di antara high dan low. Perhatikan juga kondisi oli mesin dan ganti sesuai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya