Kamis 30 April 2020, 07:15 WIB

Terdampak Covid-19, MRT Jakarta Lakukan Efisiensi

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Terdampak Covid-19, MRT Jakarta Lakukan Efisiensi

ANTARA/Aprillio Akbar
Penumpang duduk di bangku yang telah diberi stiker panduan jarak antarpenumpang di rangkaian gerbong kereta MRT, Jakarta.

 

PT MRT Jakarta melakukan sejumlah efisiensi untuk mengantisipasi menurunnya pendapatan karena pelemahan ekonomi dari dampak wanah virus korona.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan dampak yang paling terlihat adalah menurunnya pendapatan dari tiket karena penurunan jumlah penumpang.

Memasuki 2020, MRT Jakarta sudah mampu mencetak jumlah penumpang hingga 100 ribu per hari. Namun, jumlah itu merosot hingga saat ini hanya rata-rata 4 ribu per hari karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca juga: Polisi Selidiki Jasa Pengantar Mudik

Selain itu, penurunan dari sisi dana subsidi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berpotensi terjadi karena harus dialihkan untuk penanganan covid-19 serta penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sejumlah efisiensi yang dilakukan antara lain menunda pembelian simulator kemudi kereta senilai Rp100 miliar per unit.

"Rencananya, kita mau mengadakan simulator tapi harus ditunda mungkin hingga tahun depan mengingat situasinya saat ini. Simulator sangat bermanfaat memberikan pelatihan-pelatihan rutin pada masinis kita. Karena saat ini, masinis baru harus dikirim ke luar negeri untuk belajar," kata William dalam konferensi pers Forum Jurnalis secara daring, Rabu (29/4).

Untuk mengatasi hal itu, ia menyebut pelatihan tetap dilakukan namun menggunakan kereta sesungguhnya di luar jam operasional.

Jika saat normal, pelatihan dilakukan pukul 01.00 hingga pagi karena jam operasional MRT sejak pukul 05.00-23.00.

Tapi, saat masa PSBB, pelatihan bisa dimulai pukul 19.00 karena jam operasional diperpendek menjadi pukul 05.30-18.00.

Efisiensi lain yang dilakukan yakni meniadakan pelatihan-pelatihan eksternal serta perjalanan dinas karyawan.

PT MRT Jakarta juga tidak melakukan penambahan karyawan baru. William memaparkan sebelumnya ia berencana menambah karyawan hingga berjumlah 780 orang dari jumlah saat ini 699 orang.

"Kita tidak ada penambahan karyawan baru hingga tahun depan," terangnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Pengurusan SIKM Jakarta Dikeluhkan Masyarakat

👤MI 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:30 WIB
KEPALA Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta Benni Aguscandra tidak menampik banyaknya...
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Pengusaha Mal Berjanji Terapkan Jaga Jarak Fisik

👤MI 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:15 WIB
KETUA Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengungkapkan pengelola pusat belanja dan retailer telah...
Putri Yuliani

Ibu Kota belum Siap Hadapi Normal Baru

👤MI 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:05 WIB
SEMANGAT normal baru (new normal) yang demikian kuat berembus semakin menekan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar ikut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya